SMKN 2 Sawahlunto Perkenalkan Jurusan DPIB ke Panti Asuhan, Gratiskan Pakaian Praktik untuk 20 Siswa

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Keluarga besar SMKN 2 Sawahlunto memperluas kepedulian sosialnya dengan menyambangi yayasan panti asuhan di Kota Sawahlunto, Kamis [21/5/2026]. Kunjungan ini tidak sekadar bersilaturahmi, tetapi juga menjadi ruang sosialisasi peluang pendidikan vokasi bagi anak-anak yang akan melanjutkan ke jenjang SLTA.

Kegiatan dipimpin langsung Plt. Kepala SMKN 2 Sawahlunto Ponidi Ponidi, S.Pd, bersama guru dan staf sekolah untuk bertemu langsung dengan pengelola panti dan anak-anak binaan. Tujuannya jelas: memastikan informasi tentang pendidikan kejuruan sampai ke kelompok yang selama ini minim akses.

Dalam sesi sosialisasi, Ponidi memaparkan secara detail tentang Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. Menurutnya, jurusan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang di Sumatera Barat dan nasional.

“Anak-anak di panti asuhan berhak tahu bahwa ada jalur pendidikan yang langsung nyambung ke dunia kerja. Lulusan DPIB bisa bekerja sebagai drafter, teknisi gambar, konsultan bangunan, bahkan masuk ke dunia arsitektur dan perencanaan proyek,” jelas Ponidi.

Ia menambahkan, kompetensi yang diajarkan di DPIB mencakup penggunaan software desain bangunan, membaca gambar kerja, hingga manajemen proyek konstruksi. Dengan bekal ini, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki peluang untuk berwirausaha di bidang jasa konstruksi skala kecil.

Sebagai bentuk dukungan nyata, SMKN 2 Sawahlunto menyiapkan program afirmasi bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu. Sekolah memberikan pakaian praktik gratis dan membebaskan sumbangan komite selama 6 bulan bagi 20 pendaftar pertama di Jurusan DPIB.

Prioritas penerima manfaat ini diberikan kepada anak yatim, piatu, yatim piatu, serta keluarga yang secara ekonomi tergolong kurang mampu. Kebijakan ini diambil agar kendala biaya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan vokasi yang berkualitas.

“Kami ingin memastikan, anak-anak yang punya semangat belajar tapi terbatas secara ekonomi tetap bisa masuk dan belajar dengan tenang. Tidak ada alasan putus sekolah karena biaya,” tegas Ponidi.

Silaturahmi yang Membangun Harapan

Kegiatan silaturahmi berlangsung hangat. Anak-anak panti asuhan tampak antusias mengikuti penjelasan, bertanya tentang mata pelajaran praktik, fasilitas bengkel, hingga peluang magang di industri. Beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali mendengar tentang jurusan DPIB dan langsung tertarik untuk mendaftar.

Pengelola panti asuhan menyambut baik inisiatif SMKN 2 Sawahlunto. Menurut mereka, kunjungan seperti ini membuka wawasan anak-anak dan memberi motivasi untuk tidak berhenti di jenjang SMP.

“Kami berterima kasih karena SMKN 2 Sawahlunto tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan dan informasi yang mengubah cara pandang anak-anak tentang masa depan,” ujar salah seorang pengelola panti.

Pendidikan sebagai Jembatan Menuju Kemandirian

SMKN 2 Sawahlunto menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah untuk menjadi lembaga vokasi yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sekolah berkomitmen untuk terus menjangkau kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Kami ingin anak-anak ini tahu, pintu itu terbuka lebar di SMKN 2 Sawahlunto. Tinggal bagaimana mereka melangkah, tutup Ponidi.

Acara ditutup dengan dialog interaktif, penyerahan bantuan, dan foto bersama. Keluarga besar SMKN 2 Sawahlunto berharap, silaturahmi ini menjadi langkah awal kolaborasi jangka panjang antara sekolah dan panti asuhan dalam mendukung pendidikan anak-anak Sawahlunto.(atra)

Related posts