Besok Pagi di Markas GMM: 6 Ekor Sapi Disembelih, tapi Sebelum Itu Khutbah Buat Jemaah Menangis Haru!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana Masjid Asyuhada, Markas Gerakan Muslim Minangkabau (GMM) Sumatra Barat, Rabu (27/5) pagi, terasa begitu khusyuk. Ribuan jemaah tampak duduk rapi, mata tertuju ke mimbar. Bukan tanpa sebab—khatib yang bertugas hari itu adalah Prof. Dr. Afdhal Muttaqin, sosok yang dikenal mampu merangkai kata hingga menusuk relung hati.

Salat Idul Adha berjalan tertib. Namun baru setelah salam, magisnya dimulai. Prof. Dr. Afdhal naik ke mimbar dengan langkah tenang. Suaranya yang lembut namun tegas mengawali khutbah dengan kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya, Ismail.

“Bukan daging dan darah yang naik kepada Allah,” ucapnya lirih, “tapi ketakwaan dan keikhlasan kita. Apakah kita hari ini benar-benar ikhlas berbagi? Atau sekadar menggugurkan kewajiban?”

Satu per satu jemaah mulai terisak. Seorang ibu di barisan depan menyeka air mata dengan ujung kerudungnya. Seorang bapak tua di belakang menunduk lama, seolah baru sadar bahwa Idul Adha selama ini mungkin hanya ritual tanpa makna.

Prof. Afdhal melanjutkan dengan cerita menyentuh tentang seorang anak yatim di pelosok Minangkabau yang tahun lalu hanya bisa menangis melihat tetangganya mendapat daging kurban. “Kurban tanpa empati hanyalah bangkai. Tapi kurban dengan cinta adalah surga bagi mereka yang lapar,” katanya.

Jemaah pun terdiam. Tangis haru dan suara amin mengiringi setiap doa yang dipanjatkan khatib. Beberapa remaja yang datang sekadar ikut-ikutan pun tampak merenung.

Usai khutbah, suasana masih berat oleh haru. Namun Ketum GMM, Buya Maad Atjin, segera mencairkan suasana dengan pengumuman yang dinanti.

“Alhamdulillah, besok pagi kita akan lakukan pemotongan hewan kurban di markas ini. Untuk GMM Sumbar, 6 ekor siap disembelih. Dan total seluruh Indonesia mencapai 20 ekor sapi!” seru Buya Maad disambut takbir gemuruh.

Jemaah bertepuk tangan dan bersorak kecil. Tangis haru perlahan berganti senyum. Karena besok, mereka tak hanya mendengar cerita tentang pengorbanan—tapi akan mewujudkannya langsung di halaman masjid.

“Daging segar besok akan kita bagikan ke anak yatim, janda, dan kaum duafa. Mari kita buktikan bahwa khutbah tadi bukan sekadar kata-kata,” pungkas Buya Maad.

Mata jemaah kembali berkaca-kaca, tapi kali karena bahagia. Besok pagi, 6 ekor sapi di Padang dan 14 ekor lainnya di seluruh Indonesia akan menjadi saksi bahwa Idul Adha tahun ini benar-benar menyentuh, bukan hanya telinga, tapi juga hati dan perut mereka yang membutuhkan.

Related posts