14 Wali Santri Kauman dari Thailand Rela Terbang Jauh ke Ranah Minang! Apa yang Bikin Mereka Langsung Jatuh Cinta?

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Ada pemandangan berbeda di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang pagi ini. Suasana kehangatan menyelimuti ruang eksekutif mudir, bukan hanya karena hangatnya sambutan khas Minangkabau, tetapi juga karena hadirnya 14 tamu istimewa yang menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Negeri Gajah Putih.

Mereka adalah rombongan wali santri asal Thailand—sepuluh orang tua beserta anak-anak mereka yang akan mengawali babak baru kehidupan sebagai santri di pesantren bersejarah ini. Ada yang tampak haru, ada yang bersemangat, dan tak sedikit yang matanya berbinar-binar saat melangkahkan kaki memasuki gerbang pesantren yang telah mendunia itu.

Sambutan hangat langsung terpancar dari Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah, Dr. Derliana, MA, yang bersama jajaran pimpinan pondok menyambut kedatangan rombongan dengan senyum tulus dan tangan terbuka. Para tamu pun diajak masuk ke Ruang Eksekutif Mudir, tempat di mana perbincangan hangat dan penuh makna segera mengalir.

“Selamat datang di rumah kedua kalian,” ucap Dr. Derliana dengan mata berkaca-kaca. “Kehadiran bapak, ibu, dan anak-anak sekalian dari Thailand adalah kehormatan besar sekaligus berkah bagi kami. Saya tahu, menyerahkan putra-putri tercinta untuk menuntut ilmu lintas negara bukanlah keputusan yang mudah. Tapi bapak dan ibu telah memilih jalan perjuangan yang mulia.”

Satu per satu orang tua dari Thailand itu mengangguk. Ada yang diam-diam menyeka sudut matanya. Mereka datang membawa mimpi besar untuk anak-anak mereka. Dan kini, di hadapan mereka, tergambar jelas komitmen pesantren yang siap mengantarkan anak-anak mereka meraih cita-cita.

“Di sini, anak-anak tidak hanya belajar ilmu agama dan sains,” tegas Dr. Derliana dengan penuh keyakinan. “Mereka akan kami tempa menjadi kader ulama dan pemimpin dunia yang berakhlak karimah. Kami berkomitmen penuh menjaga amanah ini, memberikan lingkungan belajar terbaik, dan memastikan mereka merasa seperti di rumah sendiri.”

Lalu, giliran Ahmad Saleh, perwakilan wali santri dari Thailand, berbicara. Suaranya bergetar oleh rasa syukur yang membuncah. “Kami datang dari jauh membawa harapan besar. Kami memilih Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah karena kami percaya akan kualitas pendidikan, kedisiplinan, dan reputasi internasional yang dimiliki pondok ini.”

Ia melanjutkan dengan kalimat yang membuat suasana semakin haru, “Hari ini, kami menitipkan anak-anak kami di sini. Kami ikhlas menyerahkan mereka untuk dididik, dibimbing, dan ditempa menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat, tidak hanya di Indonesia atau Thailand, tetapi di seluruh dunia.”

Apa yang membuat para wali santri ini begitu mantap dan jatuh cinta? Bukan hanya karena reputasi pesantren yang sudah diakui dunia, tetapi juga karena mereka merasakan langsung hawa kekeluargaan yang kental, kurikulum yang terintegrasi antara ilmu agama dan sains modern, serta visi besar mencetak generasi berwawasan global tanpa kehilangan akar keislaman yang kuat.

Pertemuan hangat itu pun berlanjut dengan dialog interaktif seputar kurikulum, adaptasi budaya, hingga ramah tamah yang ditutup dengan sesi foto bersama. Senyum merekah di wajah para orang tua saat melihat anak-anak mereka mulai akrab dengan lingkungan baru. Kepercayaan itu kini bersemi sempurna.

Dengan kedatangan santri-santri baru dari Thailand ini, Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang kembali mengukuhkan diri sebagai destinasi pendidikan Islam unggulan yang mendunia. Bukan sekadar pesantren, tapi rumah kedua bagi para pencari ilmu dari seluruh penjuru bumi.

Ternyata, kualitas tak perlu diumumkan—ia berbicara dengan sendirinya. Dan hari ini, 14 tamu dari Thailand telah membuktikannya sendiri. (*)

Related posts