PESISIR SELATAN — Sebanyak 20 orang masyarakat dilaporkan masih terjebak banjir di Nagari Limau Purut, Kecamatan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Mereka dilaporkan berada di tiga rumah yang terdampak banjir dan membutuhkan bantuan evakuasi.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pengguna media sosial TikTok bernama Kalin melalui siaran langsung (live) pada Sabtu sore.
Dalam siaran langsung tersebut, Kalin berharap tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) segera turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi masyarakat yang masih terjebak akibat banjir.
Kalin menyampaikan bahwa dirinya telah berada di lokasi sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Ia berada di kawasan tersebut bersama sejumlah murid untuk melaksanakan kegiatan berkemah pramuka.
Namun, kondisi banjir yang terjadi membuat kegiatan tersebut terdampak. Dalam keterangannya melalui siaran langsung, Kalin menyebutkan bahwa sekitar 40 tenda hanyut terbawa derasnya arus air.
Situasi tersebut menambah kekhawatiran terhadap keselamatan orang-orang yang berada di kawasan terdampak banjir, terutama masyarakat yang disebut masih terjebak di tiga rumah.
Melalui siaran langsung itu, Kalin berharap adanya respons cepat dari tim penyelamat agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kondisi terkini 20 orang yang dilaporkan terjebak, proses evakuasi, serta perkembangan penanganan banjir di lokasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri menerobos arus banjir yang deras.
Minangkabaunews akan terus memantau perkembangan informasi terkait kondisi warga dan upaya penanganan banjir di Nagari Limau Purut, Kecamatan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. (Ronal)







