Air Hidup Kembali di Maninjau! Begini Aksi Heroik 55 Personel Polri & Warga Perbaiki Pipa Rusak Pasca-Banjir Bandang

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, AGAM — Setelah hampir dua bulan dilanda kesulitan air bersih pasca-bencana, wajah warga Pasar Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya kembali cerah. Air mengalir jernih kembali ke rumah-rumah dan perkantoran berkat aksi gotong royong yang menyentuh antara personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat setempat.

Kisahnya bermula dari banjir bandang yang menerjang kawasan itu pada akhir November 2025. Bencana itu tak hanya meninggalkan lumpur dan kerusakan, tetapi juga memutuskan akses vital: jaringan air bersih Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) rusak parah. Sejak saat itu, 350 sambungan rumah tangga dan perkantoran di Pasar Maninjau harus berjuang memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Menyikapi kondisi darurat ini, Polri turun tangan. Dipimpin oleh Kepala Sektor Kepolisian Tanjung Raya, AKP Muzakar, sebanyak 55 personel dikerahkan dalam sebuah operasi kemanusiaan. Mereka adalah gabungan dari Polres Agam, Satuan Brimob Polda Sumatera Barat, dan Polda Sumbar. Tidak sendiri, mereka bahu-membahu dengan warga lokal dalam sebuah proyek perbaikan yang penuh semangat.

“Pemasangan pipa air bersih itu juga dilakukan bersama masyarakat sekitar,” tegas AKP Muzakar di Lubuk Basung, Rabu (28/1/2026).

Pekerjaan besar pun dimulai. Sepanjang dua kilometer, pipa baru dipasang dari hulu hingga ke setiap unit rumah. Dengan semangat tak kenal lelah, satu unit berhasil diselesaikan dan dialirkan pada Senin (26/1). Tak berhenti di situ, pemasangan untuk unit kedua terus dikejar dan rampung keesokan harinya, Selasa (27/1).

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dalam perbaikan saluran Pamsimas tersebut,” ucap Sutan Sakti (64), salah satu warga yang merasakan langsung dampaknya.

Sutan Sakti dengan haru bercerita bagaimana air telah mengalir lancar ke rumahnya sejak Senin lalu. “Air sudah mengalir dan kita hanya memperbaiki pipa yang rusak dari pipa induk ke pipa distribusi,” katanya, menggambarkan proses perbaikan yang berlangsung selama empat hari penuh.

“Alhamdulillah air sudah mengalir ke rumah warga dan perkantoran di daerah itu,” AKP Muzakar menambahkan, menyiratkan kepuasan atas hasil kerja keras timnya bersama masyarakat.

Aksi kolaborasi selama empat hari itu bukan sekadar memperbaiki pipa, tetapi menyambung kembali harapan dan memulihkan kehidupan warga Pasar Maninjau. Dari kesulitan pasca-bencana, lahir sebuah cerita tentang gotong royong yang nyata antara penegak hukum dan masyarakat yang mereka lindungi, membuktikan bahwa kehadiran negara bisa terasa hangat dan solutif di saat-saat yang paling dibutuhkan.

Related posts