MINANGKABAUNEWS.COM, SAWAHLUNTO – Stroke tak lagi jadi penyakit orang tua. Data itulah yang jadi alasan Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menggandeng RS Otak M. Hatta Bukittinggi menggelar sosialisasi dan edukasi stroke di Balai Kota, Kamis 11/6/2026.
Kegiatan yang dihadiri Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, dan kepala desa. Mereka bukan cuma duduk dengar, tapi dibekali cara deteksi dini, pertolongan pertama, hingga rujukan cepat ke layanan unggulan RS Otak M. Hatta.
Stroke itu pembunuh nomor satu. Tapi bisa dicegah kalau masyarakat tahu tandanya sejak awal. Makanya kami bawa ahlinya langsung ke Sawahlunto,” tegas Riyanda saat membuka acara.
Wali Kota menekankan, Pemko Sawahlunto nggak mau hanya jadi ‘pemadam kebakaran’ saat warga sudah sakit. Fokusnya sekarang: pencegahan. Lewat edukasi masif ke aparatur nagari/kelurahan, diharapkan informasi akurat sampai ke rumah-rumah.
Direktur RS Otak M. Hatta Bukittinggi yang hadir sebagai narasumber membeberkan layanan unggulan rumah sakit. Mulai dari CT Scan 24 jam, penanganan stroke akut dengan “golden period” 3-4,5 jam pertama, sampai rehabilitasi pasca stroke.
Sinergi ini, kata Riyanda, jadi jembatan penting. Aparatur pemerintahan dapat ilmu, masyarakat dapat akses. Tujuan akhirnya satu: warga Sawahlunto lebih sehat, lebih sadar, dan nggak telat berobat, tutupnya.
Pemko berkomitmen program edukasi kesehatan seperti ini akan rutin. Ke depan giliran penyakit tidak menular lain yang akan digarap bareng rumah sakit rujukan Sumbar.(atra)






