Dari Lahan 9.000 Meter di Pisang, Melon Hidroponik Padang Kini Panen 1,1 Ton Tiap Bulan

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Di sudut Kota Padang, tepatnya di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, sebuah perubahan diam-diam tengah tumbuh. Bukan dari gedung-gedung baru atau pusat perbelanjaan, melainkan dari deretan tanaman melon yang menghijau di dalam rumah kaca. Di atas lahan seluas sekitar 9.000 meter persegi, sekelompok warga yang tergabung dalam KUBE Mego Hydrofarm Indonesia atau Mego.Id membuktikan bahwa lahan perkotaan masih bisa berbicara banyak—menghasilkan pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi.

Suasana di lokasi budidaya melon Mego.Id terasa berbeda pada Kamis (24/9/2026). Hari itu, bantuan Program Desa Berdaya Elektrifikasi Pertanian Melon dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat resmi diserahkan. Bantuan itu diwujudkan dalam bentuk pembangunan green house, fasilitas yang menjadi jantung bagi peningkatan produktivitas budidaya melon kelompok tersebut.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Manajer PLN UP3 Padang, Rudi Hamidi, kepada Ketua Kelompok Mego.Id, Arif Abdul Putra. Turut hadir Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumatera Barat Bambang Santoso, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani, Camat Pauh Yandry, perwakilan Dinas Sosial, serta pengurus PKK dan Majelis Taklim.

Bagi Mego.Id, dukungan ini bukan sekadar bangunan fisik. Sebelumnya, para anggota kelompok membangun green house secara swadaya, patungan dari kantong sendiri. Kini, dengan dukungan PLN, ruang untuk tumbuh semakin luas—lebih produktif, lebih terukur, dan lebih berkelanjutan.

Arif Abdul Putra menuturkan, dahulu kelompoknya hanya mampu panen sekitar tiga bulan sekali dengan hasil kurang lebih 300 kilogram. Setelah pengembangan dilakukan, produksi melon mereka melesat hingga sekitar 1,1 ton setiap bulan. “Untuk luas lahan secara keseluruhan sekitar 9.000 meter persegi. Alhamdulillah, hampir 50 persen dari lahan tersebut sudah menggunakan sistem hidroponik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang dan PLN Sumbar yang terus mendukung kelompok usaha pertanian yang kami miliki,” ujar Arif.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melihat urban farming sebagai salah satu jawaban atas tantangan kota yang terus berkembang. Berkurangnya lahan hijau dan meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi nonpertanian, menurutnya, menuntut inovasi agar ketahanan pangan tetap terjaga. “Kita berkomitmen mengembangkan urban farming dengan memberdayakan komunitas-komunitas yang mempunyai semangat, kepedulian dan keinginan untuk meningkatkan perekonomian,” katanya.

Maigus pun mengapresiasi dukungan PLN melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut. Ia berharap Mego.Id menjadi contoh bagi kelompok lain di Kota Padang, sejalan dengan gerakan urban farming yang telah melibatkan 200 kepala keluarga melalui kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. “Kita menargetkan kelompok petani milenial ini ada satu per kelurahan,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumatera Barat, Bambang Santoso, berharap KUBE Mego.Id terus tumbuh menjadi usaha yang produktif dan mandiri. Dari Kelurahan Pisang, budidaya melon hidroponik bukan hanya menghadirkan hasil panen, tetapi juga memperlihatkan bagaimana urban farming, teknologi pertanian, dukungan pemerintah, dan kolaborasi PLN dapat menjadi kekuatan baru untuk membangun ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Padang.

Pos terkait