MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang menjadi saksi langkah penting dalam penguatan pembinaan tilawatil Quran di Kota Padang. Sabtu sore itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, memimpin rapat koordinasi dan evaluasi pembinaan serta pengembangan kegiatan LPTQ. Rapat ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum untuk merancang masa depan pembinaan Quran yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
Hadir mendampingi Maigus dalam rapat tersebut sejumlah tokoh penting: Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Yasril; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis; Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, Salmadanis; Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Padang, Syaifuddin Zuhri; serta jajaran pengurus LPTQ dan perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk mengangkat prestasi tilawatil Quran, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga hingga ke panggung nasional.
Dalam rapat itu, Maigus Nasir menyampaikan keprihatinannya sekaligus harapan besar. Ia menilai Kota Padang perlu mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan prestasi Sumatera Barat, terutama setelah evaluasi capaian Sumbar pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya, perubahan pelaksanaan MTQ yang direncanakan berlangsung setiap tahun menuntut LPTQ Kota Padang untuk memperkuat pembinaan secara sistematis. Persiapan kafilah, tegasnya, tidak boleh lagi dilakukan menjelang MTQ, tetapi harus dibangun melalui proses pembelajaran dan pembinaan terstruktur sejak dini.
“Kota Padang harus menjadi penguat prestasi Sumbar. Jika LPTQ Kota Padang bersama seluruh pihak terkait berkomitmen kuat mengembangkan tilawatil Quran, kita yakin prestasi Sumbar dapat kembali meningkat,” ujar Maigus dengan penuh keyakinan.
Ia pun memaparkan strategi penguatan pembinaan yang akan disinergikan dengan program Smart Surau melalui pengembangan program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz. Program ini diarahkan untuk menjaring peserta didik potensial dari TPQ/TQA maupun MDTA/MDTW, untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan lebih intensif. “Kita menginginkan persiapan kafilah tidak lagi sifatnya momentum, tetapi pendidikan yang tersistem dan berkelanjutan. Proses pembelajaran itu dimulai dari masjid dan musala, kemudian ke kelurahan, kecamatan, dan pemantapannya di tingkat kota melalui Quran Center,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maigus menyampaikan rencana pengembangan Pondok Alquran di tingkat kelurahan dan Quran Center di tingkat kota sebagai bagian dari sistem pembinaan berjenjang. Konsepnya, potensi peserta didik dibina mulai dari tingkat kelurahan, dilanjutkan ke tingkat kecamatan, kemudian mendapat pemantapan di Quran Center. “Melalui program 3T, kita berharap lahir calon-calon kafilah. Anak-anak yang memiliki potensi akan direkrut untuk dibina secara berjenjang, sehingga pembinaan tilawatil Quran tidak hanya berlangsung ketika MTQ akan dilaksanakan,” tambahnya.
Ia pun menargetkan pada 2027 mendatang, Pondok Alquran dan Quran Center akan diluncurkan untuk memasifkan pembinaan yang sudah didukung program 3T. “Dari program tersebut, kita akan menjaring anak-anak berbakat dan berpotensi untuk kemudian dibina secara berkelanjutan,” pungkas Maigus.
Rapat koordinasi ini menjadi penanda bahwa LPTQ Kota Padang tidak hanya berfokus pada event sesaat, tetapi membangun ekosistem pembinaan Quran yang kokoh, berjenjang, dan menyentuh hingga ke akar masyarakat. Dari masjid dan musala, hingga ke Quran Center, benih-benih generasi Qurani terus disemai, demi mengangkat nama Kota Padang dan Sumatera Barat di kancah nasional.







