MINANGKABAUNEWS– Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa 5 unit handtractor pada kelompok tani yang berada di kawasan terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Palembayan.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Agam, Heri Prasetyo Wibowo mengatakan, bantuan Alsintan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus percepatan pemulihan aktivitas pertanian pascabencana. Diharapkan, Alsintan dapat dimanfaatkan petani untuk menggarap lahan.
“Penyaluran Alsintan menyasar 5 kelompok tani, dengan masing-masing menerima satu unit. Kelima kelompok ini yaitu, Primadona Harapan, Amanah, Darmajaya, Muaro Kandang Sakato dan Saiyo,” kata Kepala Distan di ruang kerjanya, (26/9).

Menurut Heri, keberadaan Alsintan merupakan kebutuhan penting dalam proses pemulihan kegiatan usaha tani. Dengan alat tersebut, petani menjadi terbantu untuk menggarap lahan dan mempercepat pekerjaannya.
“Bantuan telah sukses disalurkan pada 4 September lalu. Dengan bantuan ini, kami berharap agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan dan proses pengolahan lahan dapat dilakukan dengan lebih cepat,” kata Heri.
Heri menjelaskan, Alsintan tersebut merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan RI yang diperuntukan bagi masyarakat, khususnya terdampak bencana. Bantuan tersebut disalurkan melalui kelompok tani.

“Satu unit handtractor atau traktor roda dua ini diperkirakan seharga Rp30 juta. Jadi, secara keseluruhan kelima unit Alsintan yang disalurkan diperkirakan senilai Rp150 juta,” terang Heri.
Pihaknya meminta agar penggunaan Alsintan tersebut perlu dikelola dengan baik oleh kelompok penerima. Selain memestikan agar tetap terawat, pengelolaan secara bersama diharapkan membuat manfaat bantuan dapat dirasakan oleh masyarakat secara optimal.
“Kami meminta agar kelompok penerima dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, secara maksimal serta menjaga bersama-sama dan mengatur pemanfaatannya,” pintanya.

Diutarakan, bagi petani terdampak bencana, dukungan terhadap sarana produksi menjadi salah satu bagian penting dalam proses untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
“Oleh Karena itu, pemanfaatan bantuan secara optimal diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pertanian masyarakat,” ulasnya.







