MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Di balik semarak acara seremonial, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar strategi besar untuk masa depan bangsa. Melalui Musyawarah Wilayah Garuda Keadilan (GK) Sumatera Barat yang digelar di Padang, Sabtu (31/1/2026), partai ini menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak kader muda yang matang dan berideologi, jauh melampaui sekadar regenerasi administratif.
Rahmat Saleh, Anggota DPR RI sekaligus Wakil Sekjen DPP PKS, menekankan bahwa GK bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, melainkan pilar krusial dalam menyiapkan tonggak kepemimpinan nasional menjelang Indonesia Emas 2045.
“Regenerasi tidak boleh dibiarkan mengalir tanpa arah. Ia harus disiapkan dengan matang, baik secara karakter maupun ideologi, melalui organisasi yang sehat seperti Garuda Keadilan,” tegas Rahmat Saleh di hadapan kader muda.
Ia menggarisbawahi bahwa visi Indonesia Emas 2045 mustahil tercapai hanya dengan jargon kosong. Dibutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, berakar pada ideologi yang jelas, dan mampu menyatu dengan denyut nadi masyarakat.
“Kader muda PKS harus menjadi solusi, bukan masalah. Kehadiran mereka dalam aksi gotong royong, tanggap bencana, dan pengabdian masyarakat adalah bentuk kaderisasi paling nyata. GK harus menjadi rumah bagi para pemuda yang peka dan peduli,” tambahnya.
Dukungan Rahmat Saleh tidak hanya berupa arahan strategis, tetapi juga pendampingan konkret, yang diakui langsung oleh Ketua GK Sumbar terpilih untuk periode 2026–2030, Ahmad Fathan.
“Dukungan dan perhatian dari Bang Rahmat Saleh adalah amanah besar bagi kami. Ini menjadi energi untuk menjawab tantangan zaman dengan kerja nyata,” ujar Fathan, yang didampingi oleh 12 ketua GK Kabupaten/Kota se-Sumbar yang juga dikukuhkan dalam kesempatan tersebut.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh pimpinan PKS lainnya, seperti Ketua DPW PKS Sumbar Ulyadi dan Presiden GK Dhia Ul Haq Al A’zamie, memperlihatkan keseriusan partai dalam membangun fondasi kepemudaan yang solid di Sumatera Barat. Langkah ini menandai sebuah pergeseran dari sekadar politik elektoral menuju investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.






