Hebat! Rahmat Saleh Sebut Ibu-Ibu Paling Berjasa, Ketahanan Pangan Keluarga Ternyata Ada di Tangan Perempuan!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Siapa sangka, rahasia ketahanan pangan sebuah keluarga ternyata tidak bergantung pada kebijakan besar atau stok beras melimpah. Melainkan, pada semangat dan tangan-tangan kreatif para ibu. Hal itu diungkapkan langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, saat bertemu dengan kelompok Majelis Taklim Alai Parak Kopi, Kota Padang, Jumat (1/5/2026).

Dalam suasana akrab penuh senyum, Rahmat mengaku terkesima melihat antusiasme para ibu di Alai Parak Kopi. Baginya, senyum cerah dan semangat mereka bukan hanya pemandangan biasa, melainkan modal sosial yang sangat besar untuk memberdayakan masyarakat dari bawah.

“Bertemu ibu-ibu, wajahnya sangat cerah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Rahmat dengan nada hangat.

Pertemuan yang dikemas dalam sosialisasi pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) itu semakin serius ketika Rahmat mulai membuka tabir pentingnya peran perempuan. Menurutnya, KWT adalah ujung tombak kedaulatan pangan yang paling efektif, karena dimulai dari lingkup terkecil: keluarga.

Dengan bergabung di KWT, para ibu tidak hanya sekadar mengisi waktu luang. Mereka bisa mulai menanam di lahan sempit sekitar rumah hingga mengolah hasil panen menjadi nilai ekonomi tambahan. “Kalau ada Kelompok Wanita Tani atau kelompok nelayan, insyaallah bisa kita bantu. Banyak program yang bisa dijalankan,” tegasnya.

Rahmat pun membeberkan fakta menggembirakan. Di Sumatera Barat, program bantuan pertanian sudah berjalan nyata. Total 700 hektare lahan di Kabupaten Agam dan 1.300 hektare lahan kawasan pesisir telah mendapat distribusi bibit jagung. Dukungan lain seperti alat pertanian dan pendampingan teknis juga terus digenjot.

“Ini membuktikan kinerja nyata kita menuju pemulihan Sumatera Barat. Langkah konkret untuk membantu masyarakat bangkit, terutama dari sektor pertanian,” tegasnya penuh optimisme.

Lewat cerita mengalir itu, Rahmat berjanji akan terus mengawal program pangan agar manfaatnya semakin dirasakan, khususnya oleh para perempuan yang selama ini menjadi pilar ketahanan pangan keluarga tanpa banyak sorotan.

Related posts