Rahmat Saleh Beberkan Jurus Jitu Putus Impor Bawang Putih 90%: Fokus ke Hulu!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, MALANG — Masih ingat betapa bergantungnya Indonesia pada bawang putih impor? Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, punya jawaban tegas: penguatan sektor hulu adalah kunci utama. Targetnya muluk, swasembada bawang putih nasional harus tercapai pada 2029.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Selasa (21/4/2026), Rahmat mengakui kondisi saat ini masih jauh dari membanggakan. Data 2025 menunjukkan produksi dalam negeri baru sekitar 356.442 kuintal—atau setara 35.644 ton—sementara kebutuhan nasional melonjak hingga 700.000 ton per tahun. Akibatnya, 90 persen konsumsi kita masih ditopang impor, hanya 10 persen yang benar-benar produk lokal.

“Kita masih impor 90 persen. Baru 10 persen yang mandiri,” ujar Rahmat di hadapan petani dan perangkat desa. Ia menegaskan, arahan Presiden Prabowo untuk swasembada pada 2029 tidak bisa dicapai tanpa membenahi sektor hulu, terutama ketersediaan bibit unggul.

Sayangnya, kemampuan petani kita saat ini hanya mampu menghasilkan sekitar 4.000 ton bawang putih per tahun. Angka yang timpang dibandingkan kebutuhan raksasa 700.000 ton. Karena itu, Kementerian Pertanian didorong bergerak cepat—menyediakan dan menyalurkan bibit berkualitas agar produksi lokal bisa melonjak drastis.

Di sela pertemuan dengan kelompok tani dan pemerintah desa di Malang, sederet keluhan mengemuka: pupuk sulit didapat, alat pertanian minim, serta harga panen yang tidak menentu. Rahmat pun menyoroti realisasi subsidi bibit yang masih sangat kecil. “Dari target pengembangan lahan 100.000 hektar secara nasional, baru sekitar 2.500 hektar yang bisa kita subsidi bibitnya,” ungkapnya dengan nada kritis.

Meski begitu, Rahmat optimistis. Ia secara khusus meminta Kabupaten Malang menjadi lumbung bibit nasional. Komisi IV bersama Kementan berkomitmen menjalankan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi lahan, plus pemberian stimulan bibit. “Kami komitmen melakukan langkah nyata agar target 2029 tercapai,” pungkasnya.

Related posts