MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Sebuah kisah haru datang dari Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Sumatera Barat sekaligus Wasekjen PKS, Rahmat Saleh. Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, ia meluangkan waktu untuk mengenang sosok yang menurutnya paling berpengaruh dalam hidup: Prof. Akmal Djamaal. Sang profesor yang dulu membiayai lomba mahasiswanya dari kantong pribadi, kini terbaring sakit usai menunaikan umroh.
“Kalau ditanya siapa 10 orang paling berpengaruh dalam hidup saya, Prof. Akmal adalah satu di antaranya. Tanpa menafikan peran banyak orang, saya akui beliau perantara Allah yang membantu saya sampai di titik ini,” ujar Rahmat Saleh dengan suara bergetar, Selasa (…/…).
Perjuangan Rahmat Saleh tidaklah mudah. Tahun 2003, ia tengah menempuh studi di Jurusan Farmasi Universitas Andalas (UNAND) dalam kondisi ekonomi orangtua yang pas-pasan. Ia kuliah mandiri sambil bekerja menjadi marbot surau dan mengajar ngaji, serta menyisihkan uang untuk menyekolahkan adiknya di SMA N 9 Padang.
Namun, semangatnya tak pernah padam. Di sela-sela padatnya kuliah, Rahmat nekat mengikuti berbagai lomba: karya tulis ilmiah, Kontes Inovasi Bisnis, hingga Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Saat itulah Prof. Akmal hadir sebagai mentor sekaligus malaikat pelindung.
Profesor Muda yang Mengayomi
Saat itu, Prof. Akmal yang masih berusia muda sudah menjabat sebagai Ketua Jurusan Farmasi UNAND. Beliau dikenal cerdas, inspiratif, dan menjadi pembimbing sekaligus teman diskusi bagi Rahmat dan timnya. Mereka mengembangkan ide tentang biopolimer (bioplastik)—dari sumber produksi hingga proyeksi teknologi masa depan.
“Bersama tim saya, Hanky dan Noni Zakiah, Alhamdulillah kami berhasil menjadi juara, dari tingkat universitas hingga nasional. Prestasi itu membawa saya diundang ke Istana Negara dan menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPR RI pada 15 Agustus 2004,” kenang Rahmat.
Namun di balik prestasi itu, ada tangan dingin Prof. Akmal yang tak pernah terlihat. Bukan hanya ide dan motivasi, sang profesor bahkan membantu biaya operasional lomba—dari anggaran jurusan dan uang pribadinya sendiri.
“Pak Akmal selalu bilang, ‘Rahmat Saleh pasti bisa.’ Di tengah segala keterbatasan saya, beliau tak pernah lelah mengarahkan dan membiayai. Saya pertama kali naik pesawat, pertama kali menginjak Jakarta setelah 20 tahun, pertama kali masuk Istana dan DPR—semua berkat jasa beliau,” tutur Rahmat dengan mata berkaca-kaca.
Kabar Duka dari Sang Inspirator
Kini kabar duka datang. Dua minggu setelah pulang umroh, Prof. Akmal dikabarkan jatuh sakit. Kondisi kesehatannya terus menurun. Rahmat Saleh yang kini duduk di kursi DPR RI tak kuasa menahan haru.
“Beliau sedang diuji Allah. Setelah perjalanan suci umroh, kini ujian sakit. Saya hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan kesembuhan dan mengangkat penyakit Prof. Akmal,” ujarnya.
Rahmat pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kesembuhan sang guru inspiratif tersebut.
“Amin, ya Rabbal’alamin. Jasa beliau tak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” pungkasnya.
Redaksi masih terus memantau kondisi terkini Prof. Akmal Djamaal di rumah sakit.






