MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Satu helikopter pribadi jenis Airbus milik perusahaan lokal Matthew Air Nusantara dilaporkan jatuh di kawasan hutan Kalimantan pada Kamis pagi. Peristiwa nahas itu menewaskan seluruh delapan orang di dalamnya, termasuk satu warga negara asing asal Malaysia.
Kejadian bermula saat helikopter tersebut lepas landas dari suatu lokasi di Provinsi Kalimantan Barat. Namun, hanya sekitar lima menit setelah terbang, kontak dengan pengatur lalu lintas udara tiba-tiba putus. Sejak saat itu, pesawat tak bisa dilacak keberadaannya.
Tim pencarian dan penyelamatan gabungan kemudian dikerahkan. Upaya mereka membuahkan hasil pada Kamis malam, ketika bangkai helikopter ditemukan di wilayah Sekadau. Dari lokasi kecelakaan, tim mendapati seluruh penumpang dan awak sudah tidak bernyawa.
Direktur Jenderal Penerbangan Sipil, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi kabar duka itu dalam pernyataan resminya, Jumat (17/4/2026). Ia menyebutkan, kedelapan korban semuanya laki-laki, dan salah seorang di antaranya merupakan warga negara Malaysia. Jenazah-jenazah kemudian dievakuasi dan diterbangkan ke Pontianak.
Kecelakaan helikopter ini menambah deretan panjang insiden transportasi udara di Indonesia. Pada Januari lalu, sebuah pesawat turboprop sewaan Kementerian Perikanan jatuh menimpa lereng gunung di Sulawesi, merenggut 10 jiwa. Sebelumnya, September tahun lalu, satu helikopter yang membawa enam penumpang dan dua awak jatuh di Kalimantan Selatan—semua tewas. Tragedi serupa juga terjadi kurang dari dua pekan kemudian di Distrik Ilaga, Papua, yang menewaskan empat orang.






