Kanwil Ditjenpas Sumbar, Kunrat Kasmiri: Tiga Program Utama yang Menjadi Fokus Pembinaan, Pembentukan Kepribadian WBP

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program terstruktur dan berkelanjutan.

Ia menyebutkan, terdapat tiga program utama yang menjadi fokus pembinaan, yakni pembentukan kepribadian melalui kegiatan Pramuka, peningkatan Pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta penguatan nilai keimanan melalui program Pesantren.

“Ketiga program ini melibatkan pihak eksternal, seperti Kwartir Cabang untuk Pramuka, Kementerian Agama untuk pesantren, dan Dinas Pendidikan untuk PKBM.

Ini program yang harus kita jalankan bersama,” kata Kunrat usai menghadiri serah terima jabatan Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Senin. (20/4/2026).

Menurutnya, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Sumatera Barat diharapkan dapat mengimplementasikan program tersebut secara optimal.

Keberhasilan pelaksanaan program sangat bergantung pada komitmen dan keseriusan jajaran pemasyarakatan.

Ia menjelaskan, program pembinaan bertujuan memberikan bekal kepribadian dan keterampilan kepada warga binaan agar siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

“Kita ingin mereka tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memiliki bekal untuk hidup lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan,” ujarnya.

Kunrat menambahkan, program tersebut juga menjadi langkah strategis dalam menekan angka residivisme atau pengulangan tindak pidana oleh mantan warga binaan.

Dalam pelaksanaannya, pembinaan dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), termasuk memberikan akses pendidikan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

“Melalui PKBM, mereka bisa mendapatkan ijazah Paket A, B, atau C setara SD, SMP, dan SMA,program ini sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” terang nya.

Ia berharap program ini dapat membuka peluang lebih luas bagi warga binaan setelah bebas, sekaligus mengubah stigma masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan.

“Kita ingin mengubah paradigma bahwa lapas bukan hanya tempat menghukum, tetapi tempat memasyarakatkan manusia,” ucapnya.

Kunrat juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam pembinaan,mengingat keterbatasan yang dialami warga binaan selama menjalani masa hukuman.

“Masuk penjara bukan akhir dari segalanya, tetapi bisa menjadi awal untuk berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Di akhir pernyampaian nya, ia menegaskan bahwa petugas pemasyarakatan memiliki peran penting tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga sebagai pembina dalam membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik. (Edi Fatra).

Related posts