MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Suara tegas Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menggema di Gedung Serba Guna PT Semen Padang, Indarung, Senin (9/2). Dalam pembukaan Musrenbang Kecamatan Lubuk Kilangan, Buya Maigus bukan sekadar memberi arahan, melainkan menggugat paradigma lama birokrasi.
“Sejak dilantik, kami ingin merombak total mindset. Ingat, kita bukan pejabat yang dilayani, kita adalah pelayan rakyat,” seru Maigus di hadapan para Lurah, LPM, dan tokoh masyarakat. Targetnya jelas dan berani: menciptakan kebahagiaan publik melalui pelayanan maksimal tanpa tebang pilih.
Perintah revolusioner itu dibarengi dengan peringatan keras. Maigus mengharamkan segala bentuk pungutan liar atau praktik ‘lapan-enam’ yang kerap menggerogoti kepercayaan warga. Ia mengingatkan agar program Padang Amanah dijalankan dengan suci, bukan sekadar slogan.
Transformasi tak hanya dalam sikap, tapi juga sistem. Maigus membeberkan terobosan besar: Padang kini jadi pilot project digitalisasi bansos nasional. “Lewat aplikasi Padang Mobile, subjektivitas petugas kami hapus. Sistem desil yang menentukan penerima bantuan. Jangan harap lagi pejabat bisa dapat PKH!” tegasnya. Data 38 ribu KK akan disisir ulang demi memastikan bantuan tepat sasaran ke tangan yang paling membutuhkan.
Di bidang kesehatan, anggaran melonjak dari Rp34 miliar menjadi Rp65 miliar. “Dana ada, jangan biarkan ada warga yang dioper-oper. Jika ada masalah administrasi, Lurah dan Puskesmas-lah yang harus proaktif menyelesaikan. Kita hadir untuk mempermudah, bukan mempersulit,” tandasnya.
Pendidikan juga tak luput dari perhatian. Melalui Padang Juara, tidak ada lagi ijazah yang disandra akibat tunggakan. Pasca-Lebaran, pembelajaran Al-Qur’an untuk siswa SMP akan diintensifkan sebagai fondasi karakter.
Di penghujung pidatonya, Maigus Nasir menyerukan kebangkitan gotong royong melalui pembangunan berbasis RW. Ia mengingatkan para pemimpin untuk memegang teguh etika Minangkabau: duduk sama rendah, tegak sama tinggi. “Hidupkan inovasi seperti ‘Ngopi’ (Ngobrol Penuh Inspirasi). Dengarkan suara Tungku Tigo Sajarangan. Hargai setiap peran masyarakat, sekecil apa pun,” pesannya membekas.
Musrenbang yang dihadiri unsur Forkopimca hingga tokoh masyarakat se-Kecamatan Lubuk Kilangan itu pun berlangsung bukan sekadar ritual perencanaan, tapi jadi titik tolak perubahan paradigma pelayanan di Kota Padang.


