Kabar Baik! Program MBG Dorong Ekonomi Pangkalpinang, Permintaan Ayam Melonjak

MINANGKABAUNEWS.com, PANGKALPINANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah benar-benar membawa angin segar bagi perekonomian di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengungkapkan bahwa program ini menjadi pemicu utama meningkatnya permintaan daging ayam di daerah tersebut, yang secara langsung berdampak pada geliat usaha para pedagang dan peternak lokal.

“Permintaan daging ayam ini tinggi sehingga stok berkurang untuk memenuhi permintaan masyarakat dan dapur MBG,” ujar Saparudin dengan antusias di Pangkalpinang, Minggu.

Tingginya permintaan ini menjadi bukti nyata bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal. Namun, Saparudin mengakui bahwa untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang masih mengandalkan pasokan dari daerah tetangga seperti Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Palembang, Sumatera Selatan. Hal ini dikarenakan produksi ayam potong dari peternak lokal masih terbatas.

“Kita hanya mengharapkan pasokan ayam potong dari luar daerah. Oleh karena itu, para pelaku usaha dan pedagang untuk terus meningkatkan pasokan ayam potong ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapur MBG di daerah ini,” harapnya.

Dampak dari lonjakan permintaan ini pun terlihat pada harga di pasaran. Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, harga daging ayam potong di sejumlah pasar saat ini berkisar Rp48.000 hingga Rp50.000 per kilogram, naik dari harga normal yang biasanya sekitar Rp35.000 per kilogram. Meski demikian, pemerintah terus berupaya menekan harga dengan mendorong peningkatan pasokan.

“Kita terus mendorong pedagang untuk lebih meningkatkan pasokan ayam potong ini untuk menekan harga daging ayam ini,” tegas Saparudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan, menyambut baik antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap usaha peternakan unggas. Menurutnya, tingginya permintaan dari masyarakat dan dapur MBG terhadap telur dan daging ayam menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk mengembangkan usaha peternakan.

“Saat ini populasi ayam buras di peternakan ayam masyarakat sebanyak 925.005 ekor tersebar di Kabupaten Bangka 64.338 ekor, Bangka Barat 116.970 ekor, Bangka Tengah 400.639 ekor, Belitung 110.690 ekor, Belitung Timur 232.368 ekor,” papar Kurniawan.

“Alhamdulillah, animo masyarakat mengembangkan usaha peternakan ayam buras ini cukup tinggi, karena permintaan masyarakat dan dapur MBG terhadap telur dan daging ayam yang tinggi,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi gizi masyarakat, tetapi juga menjadi lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan di Pangkalpinang dan sekitarnya.

Pos terkait