MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor fesyen di Kota Padang Panjang. Sebanyak 30 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) mendapat penguatan keterampilan melalui Workshop Teknis Menjahit Pakaian Ready to Wear yang digelar di kota ini.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Rangkayo Basa, Silaing Bawah, Rabu (19/8/2026) tersebut merupakan kolaborasi Direktorat Fesyen, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kemenekraf dengan Dinas Pariwisata dan Olahraga (Porapar) Kota Padang Panjang.
Workshop dibuka Wali Kota Hendri Arnis dan dihadiri Ketua Dekranasda Kota Padang Panjang Ny. Maria Feronika Hendri Arnis yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Porapar Busmar Chandra bersama jajaran serta Plt. Direktur Fesyen Kemenekraf Amir Hamzah.
Puluhan peserta yang mengikuti workshop merupakan pelaku ekraf yang sebelumnya diusulkan Dinas Porapar. Sebelum kegiatan digelar, Direktorat Fesyen juga melakukan survei untuk memetakan kebutuhan dan potensi pelaku usaha, khususnya dalam pengembangan produk fesyen, peningkatan kapasitas produksi dan penguatan manajemen usaha.
Wako Hendri Arnis mengapresiasi perhatian Kemenekraf terhadap pelaku ekraf di Padang Panjang. Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong usaha masyarakat berkembang dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing.
“Ini menjadi ilmu baru bagi kita di Padang Panjang. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, sehingga mereka semakin produktif, mampu mengembangkan usaha, dan menghasilkan produk yang memiliki daya saing,” ujar Hendri.
Ia mengatakan, dukungan terhadap pelaku UMKM dan ekraf perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan keterampilan, pendampingan usaha maupun penguatan akses pemasaran.
Hendri berharap kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelaku ekraf di Padang Panjang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan produknya.
Sementara itu, Amir Hamzah mengatakan, workshop tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah memperkuat kapasitas pelaku ekraf agar mampu kembali produktif dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Menurut Amir, pelatihan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan teknis produksi, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan usaha dan pemasaran. “Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan baru, tidak hanya dalam produksi, tetapi juga dalam pengembangan manajemen dan pemasaran. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk membangun kembali sekaligus mengembangkan usaha mereka,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang Panjang dalam memfasilitasi kegiatan tersebut. Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dinilai penting agar program pengembangan ekonomi kreatif dapat menjangkau pelaku usaha secara langsung.
Workshop berlangsung selama lima hari, 19–23 Agustus 2026. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik menjahit pakaian Ready to Wear, pengembangan produk serta penguatan pengelolaan usaha. (Edi Fatra/des).








