Menkop Bantah Isu Negatif: Program Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Mimpi, Ini Target Operasionalnya!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Di tengah gempuran kritik dan aksi demonstrasi mahasiswa yang mempertanyakan efektivitas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Menteri Koperasi Ferry Juliantono angkat bicara. Dengan tegas ia meminta generasi muda untuk tidak terjebak dalam pandangan pesimistis terhadap program ambisius pemerintah ini.

“Memang tidak mudah mengoperasionalkan, tapi jangan pesimis. Rakyat butuh badan usaha, butuh ekonominya bangkit,” ujar Ferry dengan penuh keyakinan di Gedung DPR RI, Rabu.

Pernyataan ini menjadi jawaban langsung atas aspirasi mahasiswa yang beberapa waktu lalu meminta program tersebut diefisienkan dan dievaluasi kembali. Namun bagi Ferry, tantangan operasional justru menjadi bagian dari proses menuju kemandirian ekonomi desa.

Menkop menjelaskan bahwa pembentukan KDMP merupakan langkah strategis pemerintah untuk menggerakkan kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa dan kelurahan. Yang membedakan, program ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek pembangunan.

Implementasi program pun dirancang bertahap: mulai dari pembentukan badan hukum, pembangunan sarana fisik, hingga pengoperasian koperasi. Proses ini, menurut Ferry, memang memerlukan waktu dan penyesuaian sebelum berjalan optimal.

“Operasionalisasi itu membutuhkan pendekatan kualitatif, harus berdasarkan feasibility study seperti yang disampaikan DPR. Koperasi desa ini harus profit,” tegasnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah tetap memasang target yang terukur. Ferry memperkirakan sekitar 40 ribu unit Kopdes Merah Putih dapat mulai beroperasi hingga akhir 2026 seiring percepatan pembangunan sarana pendukung di berbagai daerah.

“Sampai dengan tahun ini, bangunan fisik yang sudah selesai maksimal 40 ribu. Operasionalnya diusahakan. Saya rasa sampai akhir tahun ini bisa,” ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR.

Data terbaru menunjukkan progres yang menggembirakan: sebanyak 12.533 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik secara penuh, sementara 22.737 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Pemerintah pun telah meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai langkah awal.

Menariknya, pemerintah memilih pendekatan realistis dengan mengedepankan aspek kualitas. Ferry menegaskan bahwa pengembangan KDMP tidak akan berhenti di tengah jalan, justru akan terus dilanjutkan dengan perbaikan berkelanjutan.

Sesuai arahan Presiden, Koperasi Merah Putih dirancang memiliki fungsi strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Bukan sekadar toko desa, melainkan penggerak ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya.

Bagi mahasiswa dan generasi muda yang selama ini kritis, ajakan Menkop ini sekaligus menjadi tantangan: mari bersama-sama membangun, bukan sekadar mengkritik dari pinggir. Program ini bukan mimpi, tapi kenyataan yang sedang diwujudkan langkah demi langkah. (ANTARA)

Related posts