Sejumlah Titik Ruas Jalan Lintas Dari Pasar Simpang Tiga Hingga Nagari Kapar Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki

  • Whatsapp

PASAMAN BARAT – Kerusakan parah melanda sejumlah ruas jalan lintas di kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. kondisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu memicu keluhan masyarakat, karena jalan tersebut merupakan akses utama mobilitas warga sekaligus jalur evakuasi bencana tsunami.

Sejumlah titik ruas jalan lintas yang menghubungkan Nagari Koto Baru, nagari mahakarya, dan Nagari Kapar, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, mengalami kerusakan parah. Lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang rusak membuat aktivitas masyarakat terganggu serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena sudah terjadi selama beberapa tahun, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai dari pemerintah daerah.

Menyikapi keluhan masyarakat, anggota DPRD Pasaman Barat dari daerah pemilihan Luhak Nan Duo dan Sasak Ranah Pasisia, Muzar, turun langsung ke lokasi bersama warga untuk melakukan peninjauan lapangan dan melihat kondisi jalan yang rusak.

Tokoh masyarakat sekaligus anggota bamus nagari koto baru, irwandi, mengatakan kerusakan terparah terdapat pada ruas jalan dari pasar Simpang Tigo hingga Pasar Kapar dengan panjang jalan yang rusak sekitar satu kilometer.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dan juga berfungsi sebagai jalur evakuasi apabila terjadi bencana tsunami.

Warga mengaku kecewa karena pemerintah daerah dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Mereka berharap perbaikan dapat segera dilaksanakan agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

Sementara itu, muzar mendesak pemerintah daerah pasaman barat agar mengalokasikan anggaran perubahan tahun 2026 untuk memperbaiki jalan yang rusak. Menurutnya, hal ini sejalan dengan surat edaran menteri dalam negeri nomor 900/833/sj/2025 tentang penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah, yang mengamanatkan hasil efisiensi anggaran dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

Muzar juga menyebutkan pemerintah daerah memiliki peluang memanfaatkan penyesuaian dana transfer ke daerah untuk mempercepat perbaikan jalan, mengingat ruas tersebut merupakan satu-satunya jalur evakuasi tsunami yang menghubungkan wilayah sasak hingga Luhak Nan Duo.

Adapun ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan di antaranya jalan Pasar Simpang Tigo menuju simpang BRI lama arah Padang, serta jalan bedeng di Nagari Kapar, mulai dari rimbo piati hingga simpang Padang Lawas dan Pasar Kapar.

Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan agar jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan jalur evakuasi masyarakat tersebut kembali layak dilalui. (EL)

Related posts