MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Ribuan petugas dikerahkan dalam Sensus Ekonomi 2026 yang resmi dimulai Pemerintah Kota Padang, Rabu pagi. Wali Kota Fadly Amran menyebut momen ini sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan Padang dengan fondasi data yang kuat dan terpercaya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi di halaman Balai Kota Padang, Aie Pacah, dihadiri jajaran Forkopimda dan seluruh camat se-Kota Padang. Apel ini menandai dimulainya pendataan ekonomi terbesar yang akan menjadi peta jalan kebijakan pembangunan ke depan.
Di hadapan ratusan petugas sensus yang berkumpul dengan penuh semangat, Wali Kota Fadly Amran menegaskan keyakinannya bahwa separuh keberhasilan pembangunan terletak pada perencanaan yang matang. Dan di balik perencanaan yang baik, ada data yang menjadi nyawanya.
“Saya selalu meyakini bahwa 50 persen keberhasilan ditentukan oleh perencanaan, dan 50 persen lainnya oleh aksi. Dalam perencanaan, komponen terbesar adalah data. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 ini memiliki peran yang sangat penting untuk menghadirkan data ekonomi masyarakat yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fadly dengan tegas di hadapan para petugas.
Kehadiran data valid ini bukan sekadar angka-angka di atas kertas. Fadly menekankan bahwa seluruh program pembangunan yang akan digulirkan pemerintah bergantung pada kualitas informasi yang dikumpulkan petugas di lapangan. Tanpa data yang akurat, kebijakan bisa meleset dan bantuan tidak tepat sasaran.
Masyarakat pun akan merasakan manfaat langsung dari sensus ini. Pemerintah pusat maupun daerah akan menggunakan hasil pendataan sebagai dasar merumuskan stimulus ekonomi yang tepat sasaran. Insentif fiskal, kemudahan perizinan, hingga program pemberdayaan usaha akan disusun berdasarkan potret riil ekonomi warga Padang.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu yang paling diuntungkan. Data karakteristik usaha yang terkumpul akan menjadi cetak biru bagi program pembinaan agar UMKM Padang mampu naik kelas dan bersaing. Tidak hanya itu, intervensi bantuan bagi pelaku usaha rentan pun bakal lebih efektif karena berbasis data nyata di lapangan.
Kepala BPS Kota Padang, Dessi Febriyanti, menjelaskan bahwa pendataan lapangan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Sebanyak 608 petugas mitra sensus diterjunkan, didukung penuh oleh 42 personel organik BPS Kota Padang. Mereka akan menyisir seluruh wilayah kota untuk mengumpulkan informasi penting.
Apa saja yang didata? Petugas akan menggali informasi tentang jenis usaha, volume produksi, nilai omzet, hingga jumlah tenaga kerja yang terserap. Cakupannya pun luas—tidak hanya sektor formal, tetapi juga usaha rumahan dan bisnis berbasis digital yang kini tumbuh pesat.
“Kami ingin menangkap seluruh pergeseran tren ekonomi modern,” ujar Dessi. Sensus ini dirancang untuk memberikan gambaran utuh tentang denyut nadi ekonomi Kota Padang.
Wali Kota berpesan kepada seluruh petugas untuk bekerja dengan teliti dan memahami metode pendataan dengan baik. Sebagai garda terdepan, mereka diminta tidak menganggap remeh setiap proses wawancara dengan responden. Setiap angka yang dicatat akan menentukan arah kebijakan kota ke depan.
Untuk memastikan kelancaran interaksi di lapangan, BPS mengusung slogan “TIR”—Terima petugas, Isi jawaban dengan benar dan jujur, serta Rahasia. Masyarakat diminta menyambut baik kedatangan petugas dan memberikan informasi sejujurnya, karena semua data dijamin kerahasiaannya.
Apel siaga ini turut dihadiri Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, seluruh pimpinan OPD, serta para camat dari 11 kecamatan. Kebersamaan ini menunjukkan komitmen semua pihak menyukseskan program strategis nasional di Kota Padang.
Dengan dimulainya Sensus Ekonomi 2026, langkah besar telah diambil. Data yang terkumpul akan menjadi fondasi kokoh bagi Padang yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera. Kini, giliran masyarakat untuk berperan serta—terima petugas, beri informasi jujur, dan bersama-sama bangun Padang dari data yang akurat!






