MINANGKABAUNEWS.com, FEATURE — Matahari belum terlalu tinggi ketika Pantai Pasir Jambak mulai riuh. Debur ombak yang biasa jadi latar pagi-pagi sepi kini bersaing dengan suara derap kuda, gemerincing tali busur, dan sorak penonton yang memadati tepian pantai. Kawasan wisata di Kota Padang itu tengah jadi saksi sebuah perhelatan besar: cabang olahraga Panahan Berkuda Porprov Sumatera Barat 2027.
Di antara kerumunan penonton dan para atlet, sesosok perempuan paruh baya sibuk melayani pembeli. Namanya Ita, 50 tahun, pedagang jajanan yang sudah puluhan tahun mengais rezeki di kawasan Pasir Jambak. Tangannya cekatan membungkus dagangan, mulutnya tak berhenti menyapa pelanggan. Di tengah hingar-bingar arena, ia justru punya cerita sendiri tentang pesta olahraga itu.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini pendapatan kami mulai meningkat dari biasanya,” ujarnya, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ita bukan satu-satunya. Sejak venue Panahan Berkuda berdiri di kawasan yang selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata pantai itu, denyut ekonomi warga pesisir ikut berdenyut lebih kencang. Event tingkat provinsi ini memang tidak hanya soal medali dan prestasi atlet. Ia menjelma menjadi magnet yang menarik ribuan pengunjung, dari keluarga yang ingin menonton, pelatih, ofisial, hingga wisatawan yang sekadar penasaran.
Bagi Ita, lonjakan itu terasa nyata. Omzet penjualannya melesat jauh dari hari-hari biasa. Dagangan yang biasanya laris perlahan, kini habis sebelum arena selesai bertanding.
“Event seperti ini menjadi wadah penambah penghasilan bagi masyarakat,” katanya. Bahkan, tambah Ita, warga yang sebelumnya tidak biasa berjualan pun ikut berpartisipasi, membuka lapak sederhana demi menangkap rezeki yang datang bersama keramaian.
Pemandangan itu jadi cerminan kecil bagaimana sebuah event olahraga bisa berdampak jauh melampaui lapangan pertandingan. Kehadiran Porprov di Pasir Jambak tak sekadar jadi ajang adu ketangkasan atlet panahan berkuda, tetapi juga menggairahkan perekonomian warga pesisir serta mendukung sektor pariwisata Kota Padang.
Pemerintah daerah pun berharap momentum ini tak berhenti di satu perhelatan. Sebab, dari lapak-lapak kecil di tepi pantai itu, harapan besar disimpan.
“Mudah-mudahan ke depannya kegiatan-kegiatan seperti ini terus ada,” ujar Ita penuh harap. “Pesan kami untuk Kota Padang, semoga semakin jaya dan bertambah maju ke depannya.”
Di balik arena Panahan Berkuda yang megah, cerita Ita adalah bukti sederhana: kadang, yang paling membekas dari sebuah pesta olahraga bukan hanya kemenangan di podium, melainkan senyum pedagang kecil yang rezekinya ikut berlari kencang bersama kuda-kuda di tepi Pantai Pasir Jambak.







