MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Kota Padang, semangat kemanusiaan justru berkobar semakin terang. Bertempat di Ballroom Universitas Baiturrahmah, Kamis (17/9), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81. Momen istimewa ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan panggung penghormatan bagi mereka yang telah mengabdikan diri bagi sesama.
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Padang Fadly Amran, didampingi Dandim 0312 Padang Letkol Inf. Faiq Fahmi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari, Ketua Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Hj. Maizarnis, Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Musliar Kasim, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, serta Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif. Tampak pula unsur Forkopimda Kota Padang, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Wali Kota Padang Fadly Amran naik ke atas panggung untuk menyerahkan penghargaan kepada para pendonor darah. Sebanyak 88 orang yang telah mendonorkan darahnya hingga 100 kali menerima apresiasi langsung dari orang nomor satu di Kota Padang itu. Tidak hanya itu, pemotongan tumpeng turut mewarnai puncak peringatan HUT PMI ke-81, menjadi simbol syukur atas usia yang telah dilalui organisasi kemanusiaan tersebut.
Dalam sambutannya, Fadly Amran tidak menyembunyikan rasa bangganya terhadap PMI Kota Padang. Ia menyebut organisasi itu sebagai mitra setia pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, terutama saat bencana melanda.
“Memaknai HUT PMI tahun ini, kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Padang yang selalu berinovasi, melangkah, bergerak bersama Pemerintah Kota Padang menjalankan misi-misi kemanusiaan,” ujar Fadly dengan penuh apresiasi.
Menurutnya, kehadiran PMI di tengah masyarakat sejalan dengan program Padang Sigap yang dijalankan Pemerintah Kota Padang. Ia pun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan PMI Kota Padang.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PMI Kota Padang dalam mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Kami akan terus memperkuat kerja sama ini agar keberadaan PMI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif mengajak hadirin untuk sejenak menengok ke belakang. Ia mengingatkan bahwa PMI lahir hanya sebulan setelah kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 17 September 1945.
“Hal tersebut menandakan pentingnya keberadaan PMI dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.
Zulhardi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama ini. Ia berjanji PMI Kota Padang akan terus bersinergi dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
Tak hanya soal donor darah, pada momentum HUT ke-81 ini PMI Kota Padang menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang terdampak kabut asap. Sebanyak 2.500 masker dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat asap.
Namun, di balik semangat perayaan, Zulhardi mengungkapkan bahwa pihaknya harus menunda salah satu agenda penting. Gala Kreativitas untuk anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang sedianya digelar, terpaksa ditunda karena kondisi kabut asap yang masih memburuk.
“Selain pembagian masker dalam rangka HUT PMI ke-81, kami juga akan mengadakan Gala Kreativitas untuk anggota Palang Merah Remaja (PMR). Namun, pelaksanaannya masih kami tunda karena kondisi kabut asap saat ini,” pungkasnya.
Meski demikian, semangat kemanusiaan yang ditunjukkan PMI Kota Padang di usia ke-81 tetap membara. Di tengah langit yang kelabu oleh asap, harapan dan kepedulian terus ditebarkan — sebuah pengingat bahwa di setiap kesulitan, selalu ada tangan-tangan yang siap menolong.






