Benci Pemerintah Jangan Sampai Membuat Kita Benci Tanah Air

  • Whatsapp

Oleh: Mistra Jamil, S.H., M.I.Kom

Belakangan ini, kita mungkin menemukan sikap sebagian masyarakat yang kecewa bahkan marah kepada pemerintah. Kecewaan itu bisa saja muncul karena kebijakan yang dianggap tidak adil, pelayanan yang buruk, atau berbagai permasalahan yang belum terselesaikan.

Mengkritik pemerintah adalah hak. Kecewa kepada pemerintah juga manusiawi.

Read More

Namun ada satu batasan yang jangan sampai kita lewati: jangan karena kecewa kepada pemerintah, kita kemudian membenci negara dan tanah air sendiri.

Bahkan sampai tidak mau mengibarkan Sang Merah Putih ketika Hari Ulang Tahun Republik Indonesia hanya karena tidak menyukai pemerintah, menurut saya, adalah cara berpikir yang perlu kita renungkan kembali.

Merah Putih bukan milik pemerintah.
Merah Putih bukan milik presiden.
Bukan milik menteri, gubernur, bupati, wali kota, maupun partai politik.

Merah Putih adalah simbol perjuangan dan identitas bangsa Indonesia.

Pemerintah bisa berganti. Presiden bisa berganti. Para pejabat bisa datang dan pergi. Tetapi Indonesia tetap menjadi tanah air kita.

Kalau kita kecewa kepada pemerintah, kritiklah pemerintahnya. Kalau ada kebijakan yang dianggap salah, lawan dengan argumentasi dan jalur yang benar. Kalau ada ketidakadilan, perjuangkan keadilan.

Tetapi jangan sampai kemarahan kepada orang-orang yang sedang memegang kekuasaan membuat kita memusuhi simbol negara dan melupakan sejarah perjuangan para pendahulunya.

Jangan salah alamat dalam menumpahkan mengecewakan.

Kita boleh tidak menyukai pemerintah hari ini, tapi jangan sampai tidak suka kepada Indonesia.

Karena pada akhirnya, pemerintah hanya sementara, sedangkan tanah air adalah tempat kita berpijak, tempat anak-anak kita tumbuh, dan tempat generasi kita akan melanjutkan kehidupan.

Mari kritik pemerintah dengan tegas.

Mari kita berjuang untuk perubahan dengan berani.

Tapi tetap kibarkan Merah Putih dengan bangga. 🇮🇩

Benci kebijakan boleh. Kecewa kepada pemerintah boleh. Tapi jangan pernah membenci Indonesia.(*)

Related posts