MINANGKABAUNEWS.com, KENDARI — Senyum sumringah terpancar dari wajah 120 keluarga nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya, Konawe. Bukan tanpa alasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja menggelar rangkaian pelatihan super lengkap yang siap mengubah nasib mereka!
Bayangkan, para istri nelayan yang biasanya hanya menunggu suami pulang melaut, kini tampak lincah membatik ecoprint dari bahan alami dan menyablon kaos keren. Sementara para suami dengan antusias mengikuti bimbingan teknis perawatan mesin kapal dari ahlinya langsung. Suasana pelatihan pada 15-16 Agustus 2026 itu terasa begitu hidup dan penuh harapan.
Bukan Sekadar Pelatihan, Ini Revolusi Ekonomi Pesisir!
Novia, Ketua Tim Kerja Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI, menjelaskan dengan penuh semangat bahwa program ini adalah langkah besar membangun ekosistem ekonomi terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi melibatkan masyarakat membentuk ekosistem ekonomi,” ujarnya saat mendampingi para peserta di lokasi pelatihan.
Yang membuat program ini istimewa, KKP tak main-main dalam memberdayakan keluarga nelayan. Fokus utamanya adalah diversifikasi usaha—strategi jitu untuk tetap berpenghasilan meski sedang paceklik melaut!
Dari Ecoprint Hingga Servis Mesin Gratis, Semua Dapat!
Beragam keterampilan dibekalkan secara gratis. Para istri nelayan diajak berkreasi membuat produk ecoprint bernilai jual tinggi dengan bahan alami lokal, berkolaborasi dengan pengrajin SerArt Kendari. Tak ketinggalan, pelatihan sablon kaos pun digelar untuk menangkap peluang bisnis oleh-oleh di kawasan wisata Pantai Bokori yang terkenal eksotis!
“Supaya nanti ada usaha kaos sablon untuk oleh-oleh,” tambah Novia optimis.
Buat para suami, KKP menggandeng produsen motor ternama Honda untuk memberikan bimbingan teknis perawatan dan perbaikan mesin kapal. Yang lebih menggembirakan, ada layanan servis gratis bagi seluruh nelayan setempat!
Jaminan Sosial dan Modal Usaha Siap Mengalir!
Tak berhenti di situ, KKP berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melindungi keluarga nelayan dari jeratan pinjaman online ilegal. Bank BNI pun turun tangan memberikan sosialisasi akses permodalan usaha.
Yang paling dinanti, sesuai amanat UU No. 7 Tahun 2016, KKP bersama BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat perlindungan nelayan skala kecil di bawah 5 GT.
“Insya Allah tahun 2026 ini, pemerintah memberikan bantuan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan skala kecil,” ungkap Novia penuh keyakinan.
Petugas di lapangan juga sigap memfasilitasi pendaftaran pelaku usaha ke sistem e-SUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan)—syarat wajib untuk menerima bantuan pemerintah ke depannya.
“Harapan kami, pendapatan keluarga nelayan meningkat dan perekonomian pesisir berkelanjutan,” tutup Novia dengan optimisme tinggi.
Dengan program komprehensif ini, masa depan cerah keluarga nelayan Konawe bukan lagi impian!








