Pasaman, Minangkabaunews.com – Upaya membangun fondasi olahraga daerah dari lingkungan Sekolah Dasar (SD) terus mendapat dukungan kuat. Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Sumatera Barat, Salamat Simamora, mendukung penuh pelaksanaan program _Talent Identification Development_ (TiD) atau deteksi dan identifikasi bakat olahraga bagi siswa SD/MIN se-Kabupaten Pasaman Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, Sabtu (22/5/2026) itu terlaksana melalui dana pokok pikiran (pokir) Salamat Simamora bekerja sama dengan Yayasan Sekora dan Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pendidikan.
Program diawali dengan pelatihan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), kemudian dilanjutkan dengan deteksi dan identifikasi bakat olahraga siswa SD/MIN untuk memetakan potensi olahraga anak-anak Pasaman secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Menyiapkan generasi atlet sejak usia dini mesti menjadi langkah strategis bagi Pasaman dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di masa mendatang,” ujar Salamat Simamora.
Menurut Salamat Simamora, program identifikasi bakat olahraga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga usia dini sekaligus mencari bibit atlet potensial dari lingkungan sekolah dasar dan madrasah.
Ia juga menilai sekolah harus menjadi titik awal penting dalam membangun masa depan olahraga daerah. Karena itu, guru PJOK memiliki peran sentral dalam mengenali kemampuan, karakter, dan potensi peserta didik sejak dini.
“Guru PJOK adalah fondasi awal lahirnya atlet-atlet masa depan. Mereka yang pertama melihat dan membentuk potensi anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pasaman, Welly Suhery, turut mengapresiasi sistem deteksi dan identifikasi bakat olahraga yang dikembangkan Yayasan Sekora. Menurutnya, pembinaan olahraga harus dibangun secara terarah agar mampu melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan berprestasi.
“Pembinaan potensi anak-anak Pasaman mesti dibangun secara terarah, sehingga ke depan akan lahir generasi yang sehat fisik dan berprestasi,” ujarnya.
Ketua Yayasan Sekora, Syahrial Bakhtiar, menyebut dukungan Salamat Simamora terhadap pengembangan pendidikan dan olahraga di Pasaman menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di masa depan.
Menurutnya, melalui kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Pasaman nantinya akan memiliki big data keberbakatan olahraga calon atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Insyaallah ditemukan calon bibit atlet unggul level internasional dari kegiatan ini,” ungkap Syahrial.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional yang menargetkan deteksi bakat terhadap 250 ribu calon atlet pada periode 2025–2030 sebagai bagian dari persiapan Indonesia menuju tuan rumah Olimpiade di masa mendatang. (Verdi)






