MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Sebuah kabar menggembirakan disampaikan oleh ulama kharismatik sekaligus Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Buya Dr. Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa, dalam pengajian Tauhid di Masjid Surau Buya Gusrizal, Kota Bukittinggi.
Beliau mengupas tuntas sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Abu Ya’la dari sahabat Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Isinya sungguh menenangkan hati.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa pun yang mengucapkan rangkaian kalimat tauhid—mulai dari “Laa ilaaha illallah wallahu akbar”, “Laa ilaaha illallah wahdah”, “Laa ilaaha illallah laa syariika lah”, “Laa ilaaha illallah lahul mulku wa lahul hamdu”, hingga “Laa ilaaha illallah wa laa hawla wa laa quwwata illaa billah”—maka Allah langsung membenarkan setiap ucapannya.
Namun ada kabar paling istimewa. Dalam hadis yang sama disebutkan: “Barangsiapa yang dikaruniai kalimat-kalimat tersebut ketika ia meninggal dunia, maka ia tidak akan disentuh oleh api neraka.”
“Subhanallah, ini rahmat agung dari Allah,” ujar Buya Gusrizal. Beliau mengajak jamaah untuk membiasakan dzikir tauhid ini setiap hari, agar kelak di akhir hayat menjadi bekal terindah menuju surga.
Para jamaah pun larut dalam haru dan optimisme. Sebuah pengajian yang penuh cahaya dan pengharapan. Wallahu a’lam.






