MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Suasana di Jalan Kertanegara, Jakarta, mendadak berubah menjadi pusat kendali strategis nasional pada Jumat (15/5/2026). Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat. Tak di istana, ia justru mengumpulkan jajaran menteri kabinetnya di kediaman pribadinya.
Ternyata, kepala negara tengah menyambut kedatangan delegasi papan atas dunia—bos besar Hisense, raksasa teknologi global. Langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa. Prabowo sedang membangun tembok kemitraan riil yang tebal untuk masa depan industri Indonesia.
Ketika para menteri duduk rapi di ruang pertemuan, satu per satu agenda penting bergulir. Puncaknya? Penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense. Kesepakatan awal yang disaksikan langsung oleh Prabowo bersama sederet menteri ekonominya.
“Dari sisi Indonesia, penandatanganan diwakili Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani serta CTO Danantara Sigit Puji Santosa,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya.
Sementara Hisense mengirim utusan tertinggi mereka: Chairman Hisense Group, Jia Shaoqian, yang meneken langsung komitmen kerja sama itu.
Turut hadir mendampingi Prabowo di Kertanegara, nama-nama menteri strategis seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto. Sebuah tim yang menunjukkan betapa seriusnya proyek ini.
Dan hasilnya? Suasana hangat penuh produktivitas. Prabowo menyambut antusias minat Hisense untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia. Bukan hanya investasi biasa—tapi agenda besar untuk memperkuat ekosistem industri dalam negeri.
Lewat kolaborasi ini, pemerintah menargetkan loncatan nyata: arus modal berkualitas, transfer teknologi canggih, lapangan kerja baru mengalir, dan daya saing Indonesia di kancah global ikut terangkat.
Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat mengawal komitmen awal ini menjadi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Indonesia tak hanya jadi pasar, tapi pemain sejati di panggung teknologi dunia.






