Jangan Sembelih Sebelum Salat Id! Buya Gusrizal Gazahar Peringatkan Hal Fatal Ini

  • Whatsapp
Ketua bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Buya Dr Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Di balik tradisi menyembelih hewan kurban setiap Idul Adha, ternyata tersimpan empat hikmah besar yang sering luput dari perhatian. Bahkan, salah satunya langsung terhubung dengan kisah tragis dua putra Nabi Adam. Apa saja?

Dalam tausiahnya di Masjid Buya Gusrizal, Kota Bukittinggi baru-baru ini, Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Buya Dr. Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa, mengupas tuntas makna di balik syariat berkurban.

“Pertama, taqaruban ilallah – mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketiga, menghidupkan sunah bahkan sejak zaman putra Nabi Adam, Habil dan Qabil, saat mereka berselisih,” papar Buya.

Namun, ada satu hikmah yang sangat terasa di masa sulit seperti sekarang: berbagi kepada fakir miskin.

“Sebagaimana dalam surah Al-Haj, waimul baisal faqir – beri makan orang yang kesusahan dan orang fakir. Ini adalah sistem jaminan sosial dalam Islam. Apalagi sekarang perlu peningkatan imun, makanan bergizi sangat penting,” ujarnya.

Hikmah keempat yang tak kalah mendasar adalah rasa syukur atas rezeki yang dilimpahkan Allah.

Hewan Kurban Hanya Tiga Jenis, Ayam Tidak Masuk!

Buya Gusrizal juga menegaskan, hewan kurban hanya terbatas pada tiga jenis binatang ternak berkaki empat: domba/kambing (ghanam), sapi (termasuk kerbau), dan unta. “Ayam jantan tidak termasuk. Kalau mau bersedekah dengan ayam, silakan. Tapi yang namanya udhiyah hanya tiga itu,” tegasnya.

Waspada! Empat Cacat Ini Bisa Batal Status Kurban

Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar hewan kurban yang disembelih adalah al-musinnah (cukup umur). Untuk kambing: 1 tahun masuk tahun kedua, sapi: 2 tahun masuk tahun ketiga, unta: 5 tahun masuk tahun keenam.

Selain umur, perhatikan empat cacat yang harus dihindari:

1. Buta yang jelas
2. Sakit yang terbukti (makanya perlu pemeriksaan dokter hewan!)
3. Pincang yang nyata
4. Kurus kering tak berlemak

“Jangan sampai beribadah dengan yang asal-asalan. Allah menyukai yang terbaik. Bahkan dalam Al-Qur’an, lan tanalu al-birra hatta tunfiqu mimma tuhibbun – kalian tidak akan mencapai kebajikan hingga menginfakkan apa yang kalian cintai,” pesan Buya.

Waktu Penyembelihan: Setelah Salat Id, Bukan Sebelum!

Satu lagi kesalahan fatal yang sering terjadi: menyembelih sebelum salat Idul Adha.

Buya mengingatkan sabda Nabi: “Manabaha qablash shalati… – siapa yang menyembelih sebelum salat, maka itu hanya daging untuk keluarganya, belum ibadah kurban. Faman haba ba’dash shalati… – siapa yang menyembelih setelah salat, itulah kurban yang diterima.”

Waktu kurban dimulai setelah salat Idul Adha selesai dan berakhir di akhir hari tasyrik (tanggal 13 Dzulhijjah).

Jadi, jangan sampai keliru lagi ya!

Related posts