MINANGKABAUNEWS.com, BUKITTINGGI – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjamin akses layanan kesehatan yang berkesinambungan.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Rani (23), warga Koto Dalam, Pulai Anak Air, yang telah menjadi peserta JKN selama kurang lebih 10 tahun.
Rani mengatakan, awalnya dia mengalami keluhan kesehatan yang mengharuskannya menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan (Faskes), dia kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Setelah diperiksa, saya dirujuk ke rumah sakit karena harus mendapatkan tindakan lebih lanjut,” kata Rani dalam keterangannya, baru-baru ini.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter menyarankan tindakan operasi untuk mengatasi kondisi yang dialaminya. Rani pun menjalani tindakan tersebut di RSI Ibnu Sina Bukittinggi sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Selama menjalani proses pelayanan kesehatan, Rani mengaku tidak mengalami kendala sebagai peserta JKN. Dia menilai alur pelayanan berjalan dengan baik dan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan awal hingga tindakan yang diterima di rumah sakit.
“Saya merasa prosesnya berjalan lancar. Pelayanan yang saya terima juga cepat, jadi sebagai pasien saya merasa sangat terbantu,” katanya.
Pasca tindakan operasi, Rani juga masih rutin melakukan kontrol sebagai bagian dari proses pemulihan. Dia kembali memanfaatkan layanan JKN untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terpantau dengan baik.
“Iya harus kontrol beberapa kali, agar pulih maksimal,” tutur Rani.
Menurutnya, keberadaan JKN memberikan rasa aman, terutama ketika menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Saya merasa Program JKN sangat bermanfaat karena membantu saat dibutuhkan, apalagi ketika harus menjalani tindakan seperti ini. Jadi tidak perlu terlalu khawatir soal biaya,” sebutnya.
Selain itu, Rani juga telah memanfaatkan layanan digital BPJS Kesehatan seperti Aplikasi Mobile JKN dan layanan PANDAWA untuk mempermudah kebutuhan administrasi dan informasi terkait kepesertaan.
“Mobile JKN dan PANDAWA sangat membantu. Saya biasanya menggunakan fitur antrean online untuk berobat difaskes dan cek status kepesertaan untuk memastikan status saya selalu aktif, jadi lebih praktis,” ujarnya.
Dia pun menilai transformasi layanan digital yang dilakukan BPJS Kesehatan saat ini memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengakses layanan.
“Menurut saya layanan yang sudah digital ini sangat bagus karena mempermudah dan membuat semuanya jadi lebih cepat dan efisien,” tuturnya.
Sebagai peserta JKN, Rani juga menyatakan dukungannya terhadap prinsip gotong royong yang menjadi dasar penyelenggaraan program tersebut.
Rani berharap BPJS Kesehatan dapat terus meningkatkan kualitas layanan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Saya berharap semoga BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat bagi banyak orang dan pelayanannya semakin baik ke depan,” tutup Rani mengakhiri. (*)






