Diduga Arogan Saat Penertiban, Satpol PP Pesisir Selatan Dituding Rugikan Tuan Rumah Acara Pernikahan di Tarusan

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PESISIR SELATAN – Suasana acara pernikahan di Kampung Kapuah, Dusun Marapalam, Tarusan, tepatnya di belakang SMA 1 Tarusan, mendadak ricuh pada Senin dini hari, 30 Maret 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, setelah personel Satpol PP Kabupaten Pesisir Selatan melakukan penertiban di lokasi hajatan milik salah seorang warga.

Tuan rumah acara yang diketahui berinisial GN mengaku sangat dirugikan atas tindakan penertiban tersebut. Ia menilai petugas datang dengan sikap yang dinilai arogan, padahal menurutnya acara pernikahan yang digelar saat itu berlangsung aman dan kondusif.

“Saya sangat dirugikan. Teras rumah saya hancur, kursi-kursi untuk acara juga banyak yang patah. Sangat disayangkan sekali,” ujar GN kepada wartawan.

Menurut GN, sebelum acara pernikahan digelar, pihak keluarga sebenarnya telah melakukan koordinasi dan negosiasi dengan sejumlah pihak terkait, mulai dari Wali Nagari, Kepala Satpol PP, hingga Babinsa.

Dalam pembicaraan tersebut, kata GN, telah ada kesepahaman bahwa acara akan berjalan dengan tertib dan tidak akan terjadi keributan selama kegiatan berlangsung.

“Sebelum acara kami sudah bernegosiasi dengan Wali Nagari, Kepala Satpol PP, dan Babinsa. Saat itu ada perjanjian bahwa tidak akan ada kerusuhan di acara ini,” jelasnya.

Namun, di luar dugaan, pada saat acara masih berlangsung, petugas Satpol PP justru datang untuk melakukan penertiban. GN menyesalkan alasan kedatangan petugas yang disebut-sebut karena adanya dugaan porno aksi di lokasi acara.

Ia dengan tegas membantah tudingan tersebut, dan menyebut tidak ada aktivitas yang melanggar norma sebagaimana yang dituduhkan.

“Mereka datang dengan alasan ada porno aksi dan artisnya pakai sawer. Padahal itu tidak ada sama sekali. Acara kami biasa saja dan tetap kondusif,” tegas GN.

Peristiwa ini pun memicu kekecewaan dari pihak keluarga besar dan masyarakat sekitar yang hadir dalam acara tersebut. “Padahal bukan hanya saya yang menbuat acara kenapa saya saja yang di tertibkan Mereka menilai tindakan penertiban seharusnya dilakukan dengan adil tanpa tumpang tindih dan cara yang lebih humanis, terukur, dan tidak merusak fasilitas milik warga,” ujar dia.

GN berharap, pihak Satpol PP Kabupaten Pesisir Selatan dapat memberikan penjelasan resmi terkait kejadian tersebut, sekaligus menunjukkan itikad baik atas kerugian yang dialaminya.

“Saya berharap ada respon baik dari Satpol PP. Karena kami merasa dirugikan, baik secara materi maupun suasana acara keluarga kami,” harap GN.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Kabupaten Pesisir Selatan, terkait dugaan tindakan arogan dan kerusakan yang terjadi saat penertiban berlangsung.

Related posts