MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Suasana khidmat menyelimuti Aula Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang pagi tadi. Di tengah gegap gempita transformasi pendidikan nasional, sebuah momen bersejarah terjadi: pengukuhan Tim Pengembang Kurikulum dan Penjamin Mutu Pendidikan Madrasah untuk periode 2026–2028.
Yang menarik perhatian publik, dari jajaran pengurus yang dikukuhkan, tiga nama sekaligus berasal dari satu institusi yang sama—Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Bukan tanpa alasan, pasalnya ketiganya adalah figur-figur yang sudah malang melintang di dunia pendidikan madrasah.
Dr. Derliana, M.A., Kepala MA KM Kauman Muhammadiyah, dipercaya menduduki kursi Sekretaris Tim. Sementara dua rekannya, Desrita, S.Pd dan Nurkholis, S.Sy, juga resmi dilantik sebagai pengurus inti. Keputusan ini langsung mencuri perhatian, sekaligus menjadi bukti nyata kepercayaan besar Kemenag terhadap kualitas sumber daya manusia dari pesantren kebanggaan Kota Padang Panjang tersebut.
Prosesi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Panjang ini tak sekadar seremonial. Lebih dari itu, pembentukan tim ini adalah langkah strategis menyongsong era baru pendidikan madrasah yang lebih adaptif, digital, dan berorientasi mutu. Tim ini akan bertugas merumuskan kebijakan kurikulum yang tidak hanya relevan dengan tuntutan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang kokoh. Tak hanya itu, akselerasi digitalisasi tata kelola madrasah di seluruh wilayah Padang Panjang pun menjadi salah satu fokus utama mereka.
Sayangnya, momen bersejarah itu tak bisa dihadiri langsung oleh Dr. Derliana. Saat pengukuhan berlangsung, ia tengah berada di Solo mengikuti agenda nasional Duta Madrasah. Namun semangatnya tak surut. Dihubungi melalui sambungan telepon, perempuan berhijab itu menyampaikan rasa syukur sekaligus tekadnya.
“Amanah ini adalah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Kami berkomitmen merumuskan kurikulum yang tetap relevan, tanpa kehilangan ruh keislaman. Dan yang tak kalah penting, standar mutu pendidikan madrasah di kota ini harus terus naik kelas,” ujarnya dengan suara mantap.
Sementara itu, Nurkholis yang akrab disapa Nurkalis, menyoroti sisi lain yang tak kalah krusial: teknologi dan data. Baginya, integrasi data dan transformasi digital kini menjadi fondasi utama kemajuan kelembagaan. “Efisiensi informasi adalah kunci. Saya akan mengoptimalkan kepercayaan ini untuk mendorong tata kelola madrasah yang lebih modern, transparan, dan berbasis data terintegrasi,” tuturnya penuh semangat.
Desrita, yang sehari-hari menjabat sebagai wakil kurikulum MTs KM Kauman, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia meyakini amanah ini akan memperkuat jalinan komunikasi antarmadrasah di Padang Panjang, sekaligus menciptakan iklim kompetisi sehat yang memacu peningkatan kualitas pendidikan secara kolektif.
Dengan masuknya tiga perwakilan Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah dalam tim strategis ini, publik optimis sinergi antarmadrasah se-Kota Padang Panjang akan semakin erat. Visi mencetak generasi unggul, berdaya saing tinggi, dan berwawasan luas kini bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang mulai berjalan. Kita tunggu gebrakannya! (TR)






