Heni Purwaningsih: Penyakit Mulut dan Kaki tak Membahayakan Manusia

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, SAWAHLUNTO – Dikalangan masyarakat heboh akibat penyakit hewan ternak berkuku seperti sapi, kambing, kerbau dan babi. Yang mana penyakit ini dapat menular melalui angin dan air liur hanya pada hewan saja apabila dikosumsi manusia tidak akan membahayakan.

Hal ini diucapkan Kepala Dinas Pertanian kota Sawahlunto Heni Purwaningsih,S.P,M.P, senin 23 mei 2022 di ruang kerjanya.

Heni menambahkan, penyakit ini hanya sebangsa penyakit panas dalam dengan ciri ciri demam. Kondisi tubuh lemah dan bulu kusam. Melepuh sekitar bibir dan lidah hingga hewan tak mau makan dan lama kelamaan hewan bisa mati karena tidak makan.

Kemudian meneteskan air liur yang berlebihan dan keluar lendir dari hidung.

Penyakit ini disebabkan oleh Virus APTHOVIRUS (famili picorna viridae) yang menyerang hanya hewan berkuku seperti contoh diatas dan apabila disembelih dan dikosumsi manusia tidak membahayakan karena virus tersebut akan mati saat daging dimasak, tutur Heni.

Virus ini dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan ternak, kandang dan lingkungannya.

Desinfeksi dan penyemprotan Desinfektan disekitar kandang. Isolasi pemisahan ternak yang sakit dan terjangkit PMK.

Apa bila ada ternak yang terkena PMK segera lapor ke Puskeswan terdekat, agar dapat debantu pemulihan kesehatan ternak tersebut agar penyakit tidak berlarut, sambung Kadis.

Himbauan dari kami Dinas pertanian dan Peternakan pada masyarakat agar tidak perlu takut dengan PMK,apa bila ada ternak yang terkena kalau tidak sanggup mengobati baiknya disembelih saja, ujarnya.

Agar tidak mengakibatkan kematian pada ternak dan tidak mengakibatkan krisis Ekonomi pada peternak, sebab hewan terkena PMK tidak membahayakàn manusia, ujar Heni menegaskan. (Atra)

Related posts