Jelang Musda XI, MUI Sumbar Rangkul Polda Sumbar: Sinergi Ulama-Polisi Makin Kokoh

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat bersama perwakilan MUI Pusat dengan Kapolda Sumatera Barat, Jumat (10/7/2026) pukul 14.00 WIB. Audiensi dan silaturahim ini digelar sebagai bagian dari rangkaian persiapan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Provinsi Sumatera Barat, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara ulama dan aparat penegak hukum di Ranah Minang.

Wakapolda: Polisi Butuh Ulama
Dalam sambutannya menyambut kedatangan jajaran MUI di Mapolda Sumbar, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR menegaskan bahwa kepolisian sangat membutuhkan peran ulama untuk membangun sinergitas antara umara dan ulama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan moralitas bangsa. Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis sebagai mitra kepolisian, terutama dalam meredam konflik sosial, mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme, mencegah anak bangsa dari LGBT serta memberikan bimbingan spiritual kepada masyarakat maupun anggota Polri.

“Peran strategis ulama sangat vital sebagai pewaris para nabi khususnya di era saat ini,” ujar Brigjen Solihin.

Mengapa Sinergi Polisi dan Ulama Begitu Penting?
Ada beberapa alasan mendasar mengapa kolaborasi antara institusi kepolisian dan para ulama dinilai krusial di tengah dinamika sosial saat ini.
Membendung Radikalisme. Pendekatan persuasif dan pemahaman keagamaan yang dimiliki ulama menjadi modal penting bagi Polri dalam mencegah tumbuhnya paham radikal maupun aksi terorisme di tengah masyarakat.
Menjaga Suhu Sosial Tetap Sejuk. Para pemuka agama berperan sebagai cooling system, mendinginkan suasana sosial yang berpotensi memanas, terutama menjelang momen-momen politik atau situasi rawan konflik di daerah.

Dua Jalan, Satu Tujuan. Polisi dan ulama pada hakikatnya mengemban misi yang sama: menata kehidupan bermasyarakat. Bedanya, polisi bekerja melalui penegakan hukum, sementara ulama menempuh jalan pembinaan akhlak.
Dukungan para ulama di berbagai daerah, kata Brigjen Solihin, turut memberi energi positif bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas melindungi dan mengayomi masyarakat.
Rombongan MUI yang Hadir

Audiensi ini dihadiri oleh sepuluh perwakilan dari MUI Pusat dan MUI Sumbar, di antaranya Dr. M. Ihsan Tanjung, S.H., M.H., M.Si. selaku Wakil Sekjen MUI Pusat Bidang Hukum, serta Buya Dr. H. Zulkarnain, M.Ag., Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Barat. Turut hadir pula H. Nurman Agus (Ketua Bidang Ukhuwwah dan Kerukunan Umat Beragama), Buya Dr. H. Ahmad Kosasih, M.A. (Ketua Bidang Dakwah), Buya Dr. Syamsul Akmal, S.Pd., M.M. (Sekretaris MUI Sumbar), Buya Prof. Dr. Zainal Azwar, M.A. (Ketua Komisi Fatwa), Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. (Komisi Hukum dan Perundang-Undangan), Aya Syophia Miza, S.H., M.A., dan Angga Fernando Gustian, Lc., M.A.

Menyongsong Musda XI dengan Penuh Keberkahan
Selain membahas kesiapan teknis penyelenggaraan Musda, pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah dan memperkuat kolaborasi dalam membangun kehidupan keagamaan yang damai, moderat, dan berlandaskan nilai-nilai Islam serta semangat kebangsaan.

Sinergi yang terus terjalin antara MUI dan Polda Sumatera Barat diharapkan semakin memperkokoh peran ulama dan umara dalam menjaga persatuan umat, mempererat kerukunan, serta menyukseskan penyelenggaraan Musda XI MUI Provinsi Sumatera Barat dengan aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Related posts