MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Antrean panjang kendaraan mengular di hampir seluruh SPBU sejumlah daerah di Sumatera Barat belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Di tengah kepanikan warga yang harus berjam-jam menunggu giliran mengisi solar subsidi, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Barat, Ade Herdiwansyah, angkat bicara.
Persoalan antrean solar di Sumbar memang sudah menjadi masalah menahun. Gubernur Mahyeldi sebelumnya mengungkapkan bahwa antrean mengular ini dipicu oleh ketimpangan antara kebutuhan riil di lapangan dan pasokan dari pemerintah pusat. Konsumsi solar bahkan disebut telah melampaui kuota hingga 19 persen.
Namun, Ade Herdiwansyah menilai persoalan ini tidak hanya soal pasokan. Di balik kemacetan dan akses yang terganggu akibat antrean panjang, ia melihat adanya celah solusi yang selama ini luput dari perhatian.
Menurut Ade, solusi jangka pendek yang bisa segera diimplementasikan adalah mengoptimalkan peran Pertashop—gerai resmi Pertamina yang selama ini lebih dikenal sebagai penyedia Pertamax. Ia mengusulkan agar Pertashop tidak hanya menjual Pertamax, tetapi juga diizinkan menyediakan solar.
“Dengan mengoptimalkan Pertashop sebagai titik distribusi solar, masyarakat tidak perlu lagi menumpuk di SPBU. Antrean bisa terurai, kemacetan berkurang, dan akses masyarakat terhadap BBM menjadi lebih merata,” ujar Ade.
Langkah ini dinilai strategis karena Pertashop tersebar di berbagai lokasi yang lebih dekat dengan pemukiman dan jalur distribusi. Dengan demikian, beban SPBU yang selama ini menjadi satu-satunya titik pengisian solar bisa berkurang secara signifikan.
Ade Herdiwansyah yang terpilih sebagai Ketua PWPM Sumbar untuk masa bakti 2023-2027 dikenal sebagai sosok yang konsisten menyuarakan solusi konkret bagi persoalan masyarakat. Kali ini, ia membuktikan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan riil yang membelit masyarakat Sumatera Barat.
Akankah usulan ini didengar dan segera direalisasikan? Jika ya, bukan tidak mungkin antrean solar yang selama ini menjadi momok bagi sopir dan pengusaha logistik segera menjadi kenangan.






