MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Kabar baik menyelimuti dunia keagamaan di Ranah Minang. Empat orang Pimpinan Pusat Pengkaderan Ulama Muhammadiyah (PPUM) Sumatera Barat resmi menerima amanah baru sebagai pengurus Komisi di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat periode 2026-2031. Penunjukan kepengurusan ini menjadi momentum segar jelang pengukuhan MUI Sumbar 2026-2031.
Dari hasil pleno pengurus inti yang berlangsung khidmat, empat nama yang selama ini dikenal sebagai garda terdepan kaderisasi ulama Muhammadiyah itu kini duduk dalam struktur komisi-komisi MUI Sumbar. Tentu saja, ini menjadi bukti nyata bahwa kader ulama Muhammadiyah semakin dipercaya untuk memegang kendali organisasi keumatan terbesar di ranah Minang.
Siapa Saja Mereka?
Keempat tokoh ini bukanlah nama baru di kancah dakwah dan pendidikan Islam. Pertama, Aya S. Miza, S.H, MA , yang selama ini pentolan pembinaan kader ulama di PPUM, dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Metodologi MUI Sumatera Barat. Sementara itu, posisi Anggota Komisi Fatwa Metodologi jatuh kepada Firsta Yuliano, Lc., M.H, yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem pengkaderan ulama di Masjid Taqwa Muhammadiyah.
Tak hanya itu, nama Angga Fernando Gustian, Lc., M.A Sekretaris PPUM Sumbar dan Rahmat Ilahi, SH dipercaya sebagai Wakil Ketua Komdigi MUI Sumbar. Kehadiran mereka melengkapi jajaran pemimpin baru yang dinilai mampu membawa angin segar bagi persatuan umat.
Kenapa Ini Berita Baik?
Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. PPUM Sumbar selama ini dikenal sebagai “pabrik ulama” yang ketat dan terukur dengan program unggulan seperti I’Dad Al-Muballighin yang mencetak da’i tangguh di era digital. Dengan masuknya mereka ke struktur MUI, diharapkan akan terjadi sinergi besar antara kaderisasi ulama dan kebijakan keagamaan di tingkat provinsi. Terlebih lagi, mereka akan berkolaborasi dengan Ketua Umum MUI Sumbar yang baru, Buya Dr. Zulkarnaini, M.Ag, yang juga memiliki latar belakang kuat di Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Dengan kepengurusan baru ini, MUI Sumbar siap menjawab tantangan zaman, mulai dari penguatan fatwa di tengah arus digitalisasi hingga menjaga harmoni sosial di Minangkabau. Selamat bekerja, para ulama pencerah! Semoga amanah ini membawa berkah untuk umat.






