Kapolresta Apri Wibowo Turun Gunung, Sikap Netralnya Bikin Haru di Tengah Proses Pengukuhan MUI Sumbar

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Di tengah hiruk — pikuk proses pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat periode 2026-2031, ada sosok yang tak bisa dilewatkan perhatiannya: Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo. Bukan sekadar hadir, pria rendah hati ini bahkan turun langsung mengawal setiap jalannya acara yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Rabu (2/9/2026).

Namun, di balik proses pengukuhan yang khidmat, ada warna berbeda yang turut mewarnai. Aliansi Nahdiyin Muda Bersatu (ANMB) Sumbar menyampaikan aspirasi mereka di lokasi yang sama. Suara protes dari pemuda Nahdliyin itu pun tak terhindarkan.

Di sinilah Apri Wibowo menunjukkan kepiawaiannya. Dengan langkah tenang dan senyum khasnya yang dekat dengan insan pers, ia langsung menyapa para pendemo dan memastikan pengamanan berjalan humanis. Tak ada ketegangan yang berarti, karena sang kapolresta memilih pendekatan dialogis.

“Kita bersikap netral dan tidak memihak kepada kubu manapun,” ujar Apri dengan nada tegas namun tetap hangat, di sela-sela kesibukannya memantau arus lalu lintas dan massa. Pernyataan ini sontak membuat suasana makin cair. Bahkan, beberapa perwakilan ANMB tampak berbincang santai dengan aparat yang berjaga.

Yang menarik, Apri juga memastikan bahwa pengukuhan pengurus MUI yang baru berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Sementara itu, hak menyampaikan pendapat dari aliansi tetap dihormati selama tidak anarkis. Sikap adil dan humanis ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

“Beliau luar biasa. Di tengah situasi yang bisa memicu gesekan, Pak Kapolresta malah jadi perekam damai. Beliau benar-benar dekat dengan masyarakat dan pers,” ujar salah satu wartawan yang meliput.

Proses pengukuhan pun rampung dengan aman, dan aksi protes pun bubar dengan tertib. Semua berkat tangan dingin Kapolresta Apri Wibowo yang tak hanya tegas, tapi juga menyentuh hati. Ini adalah bukti bahwa kepemimpinan yang rendah hati mampu mengubah potensi konflik menjadi momen kebersamaan yang tak terlupakan.

Pos terkait