MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Kota Padang terus memantapkan langkahnya menuju panggung gastronomi internasional. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, Wali Kota Fadly Amran memimpin dua pertemuan strategis yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan sektor kuliner sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, Pangeran Beach Hotel menjadi saksi pertemuan hangat antara pemerintah kota dan para pelaku usaha. Suasana akrab terasa ketika Wali Kota Fadly Amran duduk bersama ratusan pengusaha kuliner, perhotelan, hingga travel umrah dan haji. Turut hadir Kepala Dinas PMPTSP Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Ketua BPD PHRI Sumbar Rina Pangeran.
Di hadapan para pelaku usaha, Fadly menegaskan bahwa momen tersebut bukan sekadar seremonial. Ia menyebutnya sebagai ruang memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Padang benar-benar dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.
Data yang dipaparkan Fauzan Ibnovi menjadi bukti nyata besarnya potensi sektor ini. Tercatat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang, mulai dari skala mikro hingga besar. Sektor perhotelan, restoran, dan hiburan pun menunjukkan tren positif dengan total omzet mencapai Rp1,7 triliun pada 2025.
“Alhamdulillah, hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan tiga bulan tersisa, kami optimistis capaian tahun ini akan melampaui angka 2025,” ungkap Fauzan.
Namun, ada satu peluang besar yang masih belum tergarap maksimal. Fauzan menyebutkan sekitar 40 ribu jemaah umrah berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau setiap tahunnya. Menurutnya, ini adalah potensi ekonomi yang harus dimanfaatkan dengan baik.
Mimpi Menembus Pasar Global
Di tengah pertemuan itu, Fadly Amran menyampaikan sebuah cita-cita besar. Kota Padang saat ini sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang gastronomi.
“Ini bukan sekadar status. Kita ingin kuliner Kota Padang tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara global dan mampu menembus pasar internasional,” tegasnya penuh semangat.
Jika berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif dunia, Fadly melihat peluang besar terbuka lebar. Berbagai event berskala internasional, termasuk pameran gastronomi, bisa diselenggarakan di Kota Padang.
“Kita akan memiliki kesempatan mengembangkan berbagai kegiatan berskala internasional. Ini adalah lompatan besar bagi kota kita,” tambahnya.
Malaysia, Mitra Strategis untuk Gastronomi Mendunia
Hanya dua hari berselang, pada Minggu, 11 Oktober 2026, langkah diplomasi gastronomi kembali dilakukan. Di kediaman resmi Wali Kota Padang, Fadly menerima kunjungan silaturahmi rombongan Majlis Belia Malaysia (MBM).
Rombongan yang dipimpin Khairul Haniza Ibrahim itu membawa misi kerja sama lintas sektor, terutama dalam penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha pertanian. Turut hadir YB Mohd Qayyum bin Abd Jalil, Ahli Dewan Undangan Negeri Sembilan, serta Dato’ Abd Samad Ibrahim, Pengerusi Alumni Majlis Belia Negeri Sembilan.
Dalam suasana hangat yang penuh keakraban, Fadly berbagi cerita tentang tantangan Kota Padang. Keterbatasan lahan menjadi kendala mengembangkan pertanian skala besar. Karena itu, ia mengarahkan fokus pembangunan pada sektor perdagangan, jasa, dan gastronomi yang didukung kekayaan kuliner, literasi, serta seni dan budaya.
“Gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan. Ini adalah sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Padang kepada dunia internasional,” jelas Fadly.
Ia pun menggali pengalaman Malaysia dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui organisasi peladang yang mendukung petani dan pelaku usaha.
“Semoga MBM menjadi mitra strategis dalam memperkuat jejaring usaha dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor antara Padang dan Malaysia. Kerja sama ini diharapkan turut memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Padang ke tingkat internasional,” harapnya.
Khairul Haniza Ibrahim menyambut baik ajakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa organisasi peladang di Malaysia berperan mendorong usaha masyarakat, termasuk bisnis jagung manis, serta membantu petani menghadapi dinamika harga komoditas.
“Organisasi peladang menjadi wadah untuk memperkuat usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami siap mendukung Kota Padang dalam mengembangkan potensi dan peluang kerja sama,” ujarnya.
Langkah Nyata Menuju Kota Gastronomi Dunia
Dua pertemuan dalam sepekan ini bukan sekadar agenda rutin. Ada benang merah yang jelas: Kota Padang sedang membangun ekosistem gastronomi yang kuat, dari hulu hingga hilir, dari pelaku usaha lokal hingga jejaring internasional.
Dengan 20 ribu lebih pelaku usaha kuliner, omzet triliunan rupiah, dan dukungan mitra internasional, mimpi Kota Padang menuju UNESCO Creative Cities Network bukanlah hal yang mustahil. Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi semua pihak, dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Kita ingin Kota Padang mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan gastronomi. Kita ingin kuliner Kota Padang tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara global,” pungkas Fadly.
Langkah sudah dimulai. Tinggal bagaimana semua pihak bersatu mewujudkan cita-cita besar itu. Kota Padang, dengan kekayaan kuliner dan budayanya, siap mendunia.







