Peringati 100 Tahun Gempa Padang Panjang, PJKIP dan Alpha Rescue Gelar FGD Mitigasi Bencana

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG – Tepat satu abad lalu, gempa bumi dahsyat mengguncang Kota Padang Panjang dan meninggalkan jejak sejarah kelam bagi masyarakat.

Memasuki momentum 100 tahun peristiwa tersebut, Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang bersama Alpha Rescue akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang mitigasi bencana pada Rabu, 13 Mei 2026 di Aula BMKG Padang Panjang.

Ketua PJKIP Padang Panjang, Rifnaldi. Senin (11/5/2026), mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar mengenang tragedi masa lalu, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Peringatan satu abad ini bukan untuk merayakan, tetapi untuk mengenang, mengevaluasi, dan memastikan kesiapan kita menghadapi risiko bencana di masa depan,” ujar Rifnaldi.

Menurutnya, secara geografis Kota Padang Panjang berada di kawasan rawan bencana, mulai dari gempa bumi, erupsi gunung api, hingga ancaman lahar dingin dan banjir.

Karena itu, mitigasi dan kesiapan masyarakat harus menjadi perhatian utama semua pihak.

“Seratus tahun berlalu, pertanyaan besarnya adalah apakah kita lebih siap dibandingkan generasi terdahulu.

Apakah bangunan kita lebih kuat? Apakah masyarakat sudah memahami cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi? Hal-hal inilah yang akan dibahas dalam FGD nanti,” tegasnya.

FGD tersebut akan membahas secara menyeluruh langkah penanganan bencana, mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana terjadi, hingga pascabencana.

Penguatan mitigasi di berbagai sektor menjadi fokus utama, termasuk penataan ruang yang aman, penguatan konstruksi bangunan, pemeliharaan jalur evakuasi, hingga optimalisasi sistem peringatan dini yang mudah diakses masyarakat.

Selain itu, sinergi antar pemangku kepentingan juga menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, dunia pendidikan, media massa, dan masyarakat dinilai harus memiliki pemahaman serta langkah yang selaras dalam menghadapi potensi bencana.

Rifnaldi menambahkan, keterbukaan informasi dan edukasi kebencanaan secara rutin menjadi kunci utama untuk mencegah kepanikan masyarakat saat terjadi bencana.
Dari kegiatan ini diharapkan lahir rekomendasi kebijakan dan rencana aksi nyata yang nantinya diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan tindak lanjut dalam memperkuat sistem mitigasi dan keselamatan warga.

“Kita memang tidak bisa mengubah sejarah, tetapi kita bisa menentukan masa depan keselamatan kita. Momentum satu abad ini harus menjadi titik balik agar Padang Panjang menjadi kota tangguh bencana, kota yang aman, dan siap melindungi masyarakatnya,” tutup Rifnaldi. (Edi Fatra/ril).

Related posts