Ribuan Jamaah MTI Kota Padang Padati Masjid Raya SAKA, Ustazah Hakim Tinggi Beberkan Tiga Kunci Sukses Beragama dan Berhukum

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Pemandangan mengharukan terlihat di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu pagi (6/9). Ribuan jamaah Majelis Taklim Indonesia (MTI) dari penjuru Kota Padang memenuhi masjid kebanggaan Minangkabau itu, bahkan hingga ke pelataran Masjid lantai II. Mereka datang dengan semangat luar biasa, ada yang menyewa angkot, ada pula yang mengendarai mobil pribadi, demi mengikuti pengajian gabungan yang sarat makna.

Suasana semakin istimewa dengan hadirnya Ustazah Dra. Burnalis, M.A., yang tak lain adalah Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Padang. Di hadapan ribuan pasang mata yang khidmat, beliau menyampaikan tiga pesan penting yang mengguncang kesadaran para jamaah.

Pertama, memanfaatkan masjid secara maksimal sebagai pusat peradaban dan ilmu. Kedua, menegakkan keadilan dalam menuntut ilmu, baik bagi laki-laki maupun perempuan, tanpa diskriminasi. Dan ketiga, cerdas berhukum agar setiap langkah kehidupan terlindungi dan berkah.

Jemaah MTI se-Kota Padang putihkan Masjid SAKA (Foto: Dok. Istimewa)

Tak hanya menyampaikan tausiah, Ustazah Burnalis yang juga aktif sebagai praktisi hukum keluarga Islam di berbagai universitas di Sumatera Barat ini turut mengedukasi jamaah tentang hak-hak mereka di mata hukum. Beliau membeberkan adanya program SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) biaya gratis berperkara, layanan Posbakum yang membantu pembuatan dokumen hukum, hingga kemudahan berperkara secara prodeo bagi yang tidak mampu.

Lebih menggembirakan lagi, jamaah juga mendapat informasi tentang pusat pelayanan terpadu satu pintu di pengadilan agama, yang memudahkan masyarakat dalam mengakses keadilan.

Kegiatan pengajian gabungan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan momen simbolis penuh kehangatan. Ketua MTI Kota Padang Dr. Rosniati Hakim menyerahkan beras genggaman kepada tuan rumah pelaksana, yaitu Ketua MTI Kota Tangah, Ani Manaon Lubis. Gestur sederhana ini menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan ukhuwah Islamiyah yang terjalin erat di antara ribuan ibu-ibu perkasa MTI.

Pengajian ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bukti nyata bahwa MTI terus menjadi garda terdepan dalam membina umat, menguatkan iman, dan membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia serta cerdas berhukum.

Pos terkait