Tak Cuma Bagi Makanan, 14 Santri Kauman Muhammadiyah Padang Panjang Ini Bikin Lansia Terharu dan Merasa Punya Cucu Sehari

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Suasana di Kompleks Masjid Taqwa, Kelurahan Ngalau, Kota Padang Panjang, Sabtu (17/10), terasa berbeda. Bukan karena ada acara besar, melainkan karena kehadiran 14 santri Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Qowiyyun Amiin Pesantren Internasional KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang. Mereka datang ke Sekolah Lansia Lentera bukan sekadar membawa penganan bergizi, tetapi juga membawa perhatian yang membuat sejumlah lansia terharu.

Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Pangan Nasional itu menjadi cara PIK-R Qowiyyun Amiin menebar kepedulian melalui aksi nyata. Para santri didampingi dua pembina, Ustadz Prayogi dan Umi Hilyati Fadhila, disambut hangat oleh peserta Sekolah Lansia Lentera. Turut hadir Rizki Meylinda Emzet, A.Md.Keb., Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Padang Panjang Timur yang juga fasilitator di Sekolah Lansia Lentera.

Bacaan Lainnya

Kehadiran para santri bukan hanya memeriahkan pertemuan. Lebih dari itu, kunjungan ini menjadi jembatan silaturahmi antargenerasi, sekaligus upaya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pangan bergizi bagi lansia dan menumbuhkan karakter empati di kalangan remaja.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi singkat oleh Umi Hilyati Fadhila tentang Hari Pangan Nasional dan pentingnya makanan bergizi, khususnya bagi para lansia. Pesan sederhananya mengingatkan bahwa pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup pada usia lanjut.

Setelah materi, para santri membagikan penganan bergizi kepada ibu-ibu lansia yang hadir. Suasana pun perlahan mencair. Para santri menyebar, menghampiri satu per satu lansia, lalu mengajak mereka berbincang. Ada yang mendengarkan kisah perjalanan hidup, berbagi pengalaman, hingga bertukar pikiran. Percakapan sederhana itu menghadirkan tawa dan kedekatan yang melampaui perbedaan usia.

Beberapa lansia tampak terharu. Bagi mereka, kedatangan para santri bukan sekadar kunjungan tamu, melainkan momen ketika perhatian dan kasih sayang terasa begitu dekat, seolah sedang bercengkerama bersama cucu sendiri.

Dari pertemuan itu, para santri mendapat pelajaran berharga: kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Kesediaan untuk hadir, mendengarkan, menemani, dan menghargai pengalaman orang lain adalah bentuk kasih sayang yang memiliki makna mendalam.

Rizki Meylinda Emzet, yang akrab disapa Kiki, menilai kunjungan para santri memberi nilai positif bagi lansia maupun generasi muda.

“Kehadiran adik-adik santri di Sekolah Lansia Lentera menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para lansia. Bukan hanya karena mereka mendapatkan kunjungan dan berbagi makanan, tetapi juga karena ada anak-anak muda yang bersedia hadir, mendengarkan cerita, dan memberikan perhatian kepada mereka. Hal-hal sederhana seperti ini sangat berarti bagi para lansia,” ujarnya.

Ia juga melihat interaksi antargenerasi sebagai ruang pembelajaran bersama. Para lansia memperoleh kesempatan berbagi pengalaman hidup, sedangkan para santri belajar langsung tentang arti menghormati orang yang lebih tua, menumbuhkan empati, dan membangun kepedulian sosial.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Semoga para santri tidak hanya membawa kebahagiaan melalui kunjungan hari ini, tetapi juga membawa pulang pelajaran tentang pentingnya menghargai orang tua, menjaga silaturahmi, serta peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia. Semoga hubungan baik antara Pesantren Internasional KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang dan Sekolah Lansia Lentera terus terjalin pada masa mendatang,” tambahnya.

Kebahagiaan serupa dirasakan Ibu Muherwin Dasti, salah satu siswa Sekolah Lansia Lentera. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pesantren Internasional KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang atas kunjungan yang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan. Ia berharap pertemuan itu bukan menjadi yang pertama dan terakhir, melainkan langkah awal merajut silaturahmi yang berkelanjutan. Ia juga berpesan agar para santri senantiasa menjaga akhlak, menjalankan ibadah, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ibu Lastri, siswa lain di Sekolah Lansia Lentera, mengaku senang dan bahagia karena dapat berbagi cerita serta pengalaman dengan para santri. Ia menyampaikan pesan sederhana yang sarat makna tentang pentingnya menjaga kesehatan, salah satunya dengan membiasakan sarapan pagi agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Pesan-pesan itu menjadi pengingat bahwa pertemuan antargenerasi bukan hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga ruang untuk saling belajar. Para santri memperoleh nasihat kehidupan, sementara para lansia merasakan perhatian dan kehangatan dari generasi penerus.

Sekolah Lansia Lentera sendiri memiliki tujuan mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat melalui pendidikan sepanjang hayat. Berbagai kegiatan edukasi diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesehatan, serta kesejahteraan para lansia agar tetap berdaya dalam menjalani masa lanjut usia.

Kunjungan PIK-R Qowiyyun Amiin sejalan dengan semangat tersebut. Melalui edukasi pangan bergizi, pemberian penganan, dan interaksi langsung, kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi aktif dalam memperingati Hari Pangan Nasional sekaligus mendukung perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia.

Bagi Pesantren Internasional KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter santri. Nilai empati, kepedulian sosial, penghormatan kepada orang yang lebih tua, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak cukup dipelajari melalui teori, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama yang mengabadikan kebersamaan antara para santri, pembina, fasilitator, dan siswa Sekolah Lansia Lentera. Pertemuan itu meninggalkan pesan sederhana yang mendalam: berbagi pangan dapat menguatkan tubuh, tetapi berbagi perhatian mampu menghangatkan hati.

Melalui langkah kecil ini, PIK-R Qowiyyun Amiin berharap silaturahmi antargenerasi terus terjalin, kepedulian terhadap lansia semakin tumbuh, dan semangat berbagi menjadi bagian dari karakter generasi muda. Sebab, di balik usia yang menua, selalu ada cerita yang layak didengarkan, pengalaman yang berharga untuk dipelajari, dan hati yang tetap membutuhkan perhatian serta kasih sayang. (TR)

Pos terkait