Tingkatkan Kompetensi SDM Ekraf, Dinpar Sumbar Gelar Bimtek untuk Pelaku Ekraf angkatan XIV

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) sub kegiatan fasilitasi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif di Hotel Rocky Padang, selama dua hari, Senin-Selasa (26-27/6/2023).

Kegiatan Bimtek itu diikuti sedikitnya 100 pelaku Ekraf dari yang berasal dari Kabupaten Solok Selatan.

Read More

Bimtek Pelaku Ekraf ini atas inisiasi pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar Mario Syah Johan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi Kadis diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Yulitri Susanti.

Kabid Pengembangan SDPE Dinpar Sumbar, Raymond mengatakan, bahwa Bimtek digelar selama dua hari Senin dan Selasa. Hari pertama dilaksanakan pemberian materi kepada peserta.

“Hari ini 100 pelaku ekraf utusan dari Kabupaten Solok Selatan mengikuti Bimtek tentang bagaimana meningkatkan sektor pariwisata khususnya di daerah tersebut,” katanya.

Bimtek ini menghadirkan banyak nasumber yang memberikan materi/ilmu yang berkaitan dengan ekonomi kreatif dan para narasumber ada yang berasal dari kalangan akademisi yaitu public speaking Cut Cordelia, Widdiyanti dan pelaku Ekraf Tengku Firmansyah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Yulitri Susanti memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Anggota DPRD Sumbar, Mario Syah Johan yang telah ikut bersama-sama dengan Pemprov Sumbar mengembangkan industri kreatif, khususnya sektor pariwisata.

“Dinas Pariwisata Sumbar akan selalu melaksanakan pelatihan dan bimtek seperti ini. Alhamdulillah, melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD Sumbar, bapak Mario kegiatan kita ini dapat terlaksana,” ucapnya.

Dia menyebut, saat ini ada tiga permasalahan besar yang dihadapi Pemprov Sumbar dalam mamajukan dunia pariwisata di Ranah Minang. Pertama katanya, para pelaku usaha pariwisata di Sumbar terkait Hospitality dan kebersihan menuju obyek wisata.

“Ramah tamah kita untuk memikat wisatawan masih kurang. Nah, ini harus kita perbaiki dan rubah bersama-sama agar wisatawan betah dan ingin datang lagi ke daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.

“Kedua terkait kebersihan. Daerah kita ini indah dan alamnya bagus, namun karena tidak bersih tadi wisatawan jadi tidak betah juga. Saat ini pengunjung itu sudah cerdas-cerdas, mereka tidak akan makan atau menginap jika kondisinya tidak bersih. Maka dari itu, kita harus tingkatkan kebersihan,” kata Yulitri Susanti menambahkan.

Ketiga katanya, kondisi pariwisata Sumbar yang harus diperbaiki adalah terkait ketertiban, baik itu ketertiban pengelola maupun ketertiban masyarakat sekitar objek wisata.

“Kita harus kelola ini dengan baik. Pungutan liar hingga parkir sembarangan harus kita rubah. Ketertiban merupakan salah satu alasan juga membuat wisatawan betah. Jadi mari kita budayakan tertib dan stop pungutan liar di kawasan objek wisata,” ajaknya.

“Kita berharap setelah mengikuti kegiatan Bimtek ini semakin terbuka wawasan kita untuk memajukan dan mengembangkan pariwisata karena masih banyak potensi pariwisata di daerah ini,” katanya.

Dikatakannya, pasca Pandemi Covid-19, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Ia juga berharap dengan Bimtek tersebut akan terbentuk kelompok-kelompok yang dapat berinovasi dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Sumbar, khususnya pada sektor pariwisata.

“Kepada seluruh peserta, selamat mengikuti Bimtek. Manfaatkan kesempatan ini dan ikuti dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini dirancang dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan para pelaku Ekraf dan tokoh masyarakat dalam rangka pengambangan kemampuan SDM Ekraf di Kabupaten Solok Selatan.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts