Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM, Polres Pasaman Gelar Press Realase

  • Whatsapp
Pasaman, MinangkabauNews.com – Polres Pasaman melaksanakan Press realase tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar di Makopolres Pasaman, Rabu (20/4).
Press realase dipimpin Wakil Kepala (Waka) Polres Pasaman, Kompol Muddasir, S.H, M.H, didampingi Kasat Reskrim, AKP Rony AZ, S.H, M.H dan Kasi Humas Polres Pasaman, Kompol Zulkifli.
Dihadapan awak Media Waka Polres Pasaman, Muddasir mengatakan tempat kejadian perkara  jalan lintas Jorong Kp.Jambak Nagari Ganggon Hilia Kecamatan Bonjol Kab.Pasaman dan kejadian tersebut pada Senin,  18/ 4
Dikatakan Muddasir Informasi penyalahgunaan BBM didapatkan dari laporan masyarakat, bahwa  ada terjadi penyalahgunaan BBM di wilayah hukum Polres Pasaman.
Dua orang tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar tersebut EY (56) warga Jorong Kampung Lalang Nagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol dan AL (43) warga Jorong Murni Kecamatan Panti.
Kemudian, dilakukan penyelidikan sehingga didapat indentitas serta kendaraan pelaku, tim melakukan pengintaian terhadap EY membawa BBM jenis bio solar dengan sepeda motornya.
“Tim opsnal Polres Pasaman melakukan penangkapan terhadap EY  dan dibawa ke Mapolres Pasaman,”ujar Kompol Muddasir.
Setelah dilakukan introgasi terhadap pelaku EY didapati bahwasanya BBM jenis bio solar tersebut dibeli melalui sopir KNS berinisial AL, kemudian tim opsnal bergerak melakukan penangkapan beserta barang bukti berupa satu unit mobil micro bus merek KNS warna hitam BA 7983 DU.
Waka Polres menjelaskan, pelaku EY membeli BBM jenis solar terhadap pelaku AL dengan harga Rp. 200.000 per derigen. Sementara pelaku AL membeli bbm jenis solar ke SPBU sebanyak tiga kali pada tangki mobilnya, setelah itu menyalinnya ke derigen.
“Pasal yang disangkakan  dengan pasal 55 undang-undang nomor 21 tentang minyak dan gas bumi yang telah diubah dengan pasal 40 angka 9 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun,” tutupnya.
Barang bukti pada tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar, satu unit  mobil micro bus merek KNS warna hitam BA 7983 DU, satu unit sepeda motor merek Suzuki Shogun warna abu-abu hitam nopol BM 5931 QR dan lima buah diregen minyak bio solar masing-masing berisikan 30 liter. (Verdi)

Related posts