Solok, Minangkabaunews.com – Melalui Kementerian Kebudayaan Program layanan produksi media untuk kategori penciptaan karya kreatif inovatif, Yayasan Zona Cakrawala Solok salah satu komunitas yang memenangkan hibah pada tahun 2026. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi bakaba: Transformasi seni tradisional menuju pertunjukan kontemporer berkelanjutan di kota Solok, Ketua Yayasan Dr. Zona Rida Rahayu mengatakan bahwa gagasan tersebut berawal dari, permasalahan generasi muda Minangkabau yang tidak lagi melek terhadap budaya khusus bakaba dan tutua bakaba. Kegiatan tersebut diawali dengan FGD (Focus Group Discussion), tanggal 1 April 2026 di Ruang Pertemuan Tepi Sawah Kota Solok.
Ia menjelaskan, FGD tersebut telah terlaksana kegiatan pertama yakni Workshop penulisan naskah pertunjukan. Bersumber dari kaba Minangkabau yaitu kaba Anggu Kapalo Sitalang, Lareh Simawang, Rancak Dilabuah, Siti Kalasun, Siti Baheram, Puti Nilam Cayo, Sabai nan Aluih, Si Gadih Ranti, Upiak Rabanun, dan Rambun Pamenan. Menurutnya melalui kaba, para penulis menyajikan tulisan dalam bentuk naskah pertunjukan drama kontemporer. Penyajiaan naskah pertunjukan berupa teks samping dan dialog-dialog yang diadegankan di atas panggung. Workshop ini diadakan selama 2 hari. Selanjutnya, tim kurator akan memberikan bimbingan penulisan naskah pertunjukan secara berkala.
“ Untuk menghasilkan naskah pertunjukan kontemporer. Evaluasi kurator akan memilih 3 naskah terbaik untuk dipertunjukan di kota Solok. Naskah tersebut akan dibuat juga akan dibuatkan HKI. Luaran tambahan, ke-11 kaba minang tersebut akan dibuatkan ISBN untuk Kumpulan Naskah pertunjukan bersumber dari Kaba Minangkabau”, ujar Zona yang juga Dosen FKIP UMMY Solok.
Lebih lanjut Zona menjelaskan, kegiatan kedua adalah Pelatihan Seni Budaya Minangkabau (Bakaba dan Tutua bakaba) disajikan dalam bentuk Workshop olah tubuh dan keaktoran. Peserta akan diberikan pembekalan dalam mengolah dan menggerakkan tubuh melalui Teknik-teknik untuk dalam pertunjukan kontemporer. Selanjutnya juga akan dibekali dengan olah ekspresi, olah rasa, dan olah artikulasi untuk persiapan menjadi peserta menjadi actor yang berlangsung selama 3 hari. Tindak lanjut, workshop olah tubuh dan keaktoran ini adalah latihan berkala untuk melatih peserta untuk menjadi aktor dalam memerankan naskah pertunjukan kontemporer yang telah dipilih oleh kurator.
“Kegiatan ketiga berupa pertunjukan Bakaba dan Tutua Bakaba di kota Solok yang akan dikemas menjadi pertunjukan kontemporer yang akan disaksikan langsung oleh Masyarakat Kota Solok”, pungkas Zona.






