MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Bencana alam di Nusa Tenggara Timur memang memilukan. Tapi di tengah duka, ada kejutan hangat yang bikin hati meleleh: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengirimkan 2,1 ton rendang! Bukan sekadar bantuan, ini adalah pelukan rasa dari ranah Minang untuk saudara-saudara di NTT.
Bayangkan, aroma rempah khas Padang yang menggoda itu kini mengepul di tenda-tenda pengungsian dan posko bencana. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dengan penuh kepedulian menyerahkan langsung bantuan legendaris ini saat berada di Labuan Bajo, Selasa (25/8). “Ini bukti nyata bahwa kami peduli, bahwa kami bersama,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Rendang sebanyak 2,1 ton itu langsung disebar di dua titik strategis: Posko Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai. Bahkan, 500 kilogram di antaranya diangkut dengan pesawat Susi Air khusus yang difasilitasi BNPB. Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menerima langsung dengan haru di tengah kepulan asap pesawat.
Kenapa rendang? Karena ini bukan sekadar makanan. Rendang adalah simbol ketahanan—tahan lama, kaya gizi, dan penuh cinta. Di saat sulit, masyarakat Minang ingin berbagi kelezatan yang juga bisa bertahan berhari-hari, menemani para korban dan petugas di lapangan.
“Ini bukan cuma daging, ini semangat,” kata Mahyeldi. “Kami ingin korban bencana dan relawan tetap tersenyum, tetap kuat. Rendang ini bukti bahwa Indonesia bersaudara.”
Bantuan yang menggugah selera dan hati ini langsung disambut antusias. Para korban yang kelelahan pun tersenyum saat mencicipi gurihnya rendang di tengah pelukan duka. Solidaritas bangsa memang tak kenal jarak—dan kali ini, rasanya seperti pulang kampung.







