BUKAN Ucapkan Selamat Natal, Buya Asrizal: Toleransi dalam Islam Menghormati Tanpa Melanggar Aqidah

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG –Islam mengajarkan umatnya untuk hidup berdampingan dengan penuh toleransi, termasuk menghormati keyakinan orang lain. Namun, toleransi dalam Islam memiliki batasan, yakni tidak melibatkan diri dalam praktik atau ucapan yang bertentangan dengan ajaran aqidah.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang Pengurus MUI Sumatera Barat, Buya Asrizal R. Mukhtar, pada Sabtu (28/12/2024).

Menurut Buya Asrizal, dalam konteks perayaan seperti Natal dan Tahun Baru, umat Islam diingatkan untuk tidak ikut merayakan ataupun mengucapkan selamat. “Ucapan seperti itu memiliki konsekuensi besar dalam pandangan Islam. Sebuah ucapan yang keliru bisa saja memengaruhi aqidah seseorang, bahkan dapat mengubah sesuatu yang haram menjadi halal, dan sebaliknya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa anggapan “hanya sekadar ucapan, bukan keyakinan” tidak sesuai dengan prinsip Islam. Ucapan dan tindakan seorang Muslim harus selalu berada dalam koridor yang menjaga keimanan.

“Dalam Islam, ucapan adalah sesuatu yang sangat penting. Oleh karena itu, umat harus berhati-hati agar tidak terjerumus pada hal-hal yang berpotensi menggugurkan keislaman,” tambah Buya Asrizal.

“Semoga umat Islam senantiasa diberi hidayah untuk menjaga aqidah dan terhindar dari ucapan serta perbuatan yang melanggar ajaran agama. Wallahu a’lam bishawab,” Tutupnya

Related posts