Hebat! RS UNAND Operasi Bibir Sumbing Gratis, Anak-anak Sumbar & Jambi

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Ada cerita manis yang datang dari Rumah Sakit Universitas Andalas di penghujung Mei ini. Bukan sekadar layanan medis biasa, RS UNAND benar-benar mengulurkan tangan tanpa pamrih. Di tengah hiruk-pikuk peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas dan HUT ke-9 RS UNAND, mereka justru memilih berbagi senyum—lewat operasi bibir sumbing gratis untuk anak-anak dari berbagai penjuru Sumatera Barat hingga Jambi.

Bayangkan, sejak tahun 2018, program ini sudah berjalan rutin berkat uluran tangan Smile Train dan mitra sosial lainnya. Bahkan, Direktur Utama RS UNAND, Dr. dr. Muhammad Riendra, menegaskan bahwa operasi gratis ini tidak hanya ada saat bakti sosial. Sepanjang tahun, pintu RS UNAND terbuka lebar. “Pasien bibir sumbing dan celah langit-langit dipersilakan datang kapan saja. Gratis, dan ditangani tim dokter kompeten,” ujarnya penuh haru.

Tahun ini, ada 12 pasien dari berbagai daerah di Sumbar dan Jambi yang dijadwalkan menjalani operasi selama dua hari. Namun yang membuat hati tersentuh lebih dalam: mereka tak hanya dibebaskan dari biaya operasi. Akomodasi dan transportasi pun ditanggung penuh. “Pasien datang dari berbagai daerah, kami bantu semuanya, dari operasi sampai ongkos jalan dan tempat menginap,” ungkap dr. Riendra.

Mengapa ini penting? Karena bibir sumbing bukan cuma soal fisik. Anak-anak dengan kondisi ini sering kesulitan makan dan minum, yang perlahan mengganggu pertumbuhan mereka. Lebih dalam lagi, stigma masyarakat kerap meruntuhkan rasa percaya diri mereka. Lewat operasi ini, RS UNAND berharap anak-anak itu bisa tumbuh lebih percaya diri, sehat, dan punya masa depan cerah.

Apresiasi pun mengalir dari Wakil Rektor II Universitas Andalas, Dr. Hefrizal Handra. Menurutnya, program ini adalah solusi nyata atas tingginya kebutuhan penanganan bibir sumbing di Sumbar. “Ini bukan hanya pelayanan medis, tetapi bentuk nyata menghadirkan harapan dan mengembalikan rasa percaya diri bagi pasien,” katanya penuh haru.

Ketua Dharma Wanita Persatuan RS UNAND juga menyebut kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan empati yang sesungguhnya. Harapannya, semakin banyak keluarga tahu bahwa akses ke operasi bibir sumbing gratis itu mudah dan dekat. Agar tak ada lagi anak yang kehilangan senyumnya karena biaya atau jarak.

Kisah dari Padang ini membuktikan: kadang, hadiah terbaik untuk ulang tahun bukanlah kado mewah, melainkan senyum yang kembali merekah di wajah anak-anak. (Dion)

Related posts