MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana haru menyelimuti Gedung Putih, kediaman resmi Wali Kota Padang, Rabu (13/5/2026) siang. Bukan tanpa sebab, rombongan Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) DKI Jakarta tiba dengan misi mulia: menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana hidrometeorologi yang masih berjuang di hunian sementara.
Dipimpin Wakil Ketua DPW IKM DKI Jakarta, Bundo Zuriati, rombongan perantau Minang di ibu kota ini tak hanya membawa bantuan, tapi juga kerinduan yang membara kepada kampung halaman. Kedatangan mereka menjadi oase di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih panjang.
“Kami datang bukan sekadar memberi, tapi ingin memastikan sinergi ranah dan rantau tetap kuat. Ini tahap kedua dari program sosial kami. Setelah masa tanggap darurat, tentu masih ada proses pemulihan yang butuh kolaborasi bersama,” ujar Bundo Zuriati dengan mata berkaca-kaca.
Apa isi bantuan yang dibawa? Ternyata berupa perlengkapan ibadah: mukena lembut, sajadah, kain sarung, hingga Alquran. Sebanyak 210 paket telah didistribusikan ke Kabupaten Solok, Kota Pariaman, dan khusus untuk Kota Padang, paket-paket ini langsung menyasar warga terdampak yang masih tinggal di hunian sementara (Huntara). “Semoga bermanfaat dan meringankan beban mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, tampak tak bisa menyembunyikan rasa haru dan apresiasinya. Di hadapan para perantau, ia mengakui bantuan ini sangat berarti bagi warganya yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.
“Kami ucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Bantuan dan kepedulian ini adalah suntikan semangat bagi masyarakat kami,” ujar Fadly didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tarmizi Ismail, serta Kepala BPBD Hendri Zulviton.
Tak hanya berterima kasih, Fadly pun membeberkan target ambisius Pemkot Padang. Di tengah upaya percepatan pemulihan dari penanganan Huntara hingga pembangunan hunian tetap (Huntap), ia juga meminta dukungan penuh para perantau untuk sektor kuliner dan UMKM. Pasalnya, Padang sedang serius menuju status Kota Kreatif Gastronomi Dunia versi UNESCO.
“Kami berharap dukungan perantau terus mengalir untuk Kota Padang. Mari kita wujudkan Padang sebagai destinasi gastronomi dunia!” seru Fadly penuh semangat.
Apakah bantuan ini akan menjadi awal dari gerakan masif perantau untuk kampung halaman? Yang jelas, kolaborasi ranah dan rantau kembali membuktikan: di balik bencana, selalu ada tangan-tangan yang siap mengulurkan bantuan.






