MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Langit Padang tiba-tiba berubah kelam. Hujan dengan intensitas luar biasa lebat hingga sangat lebat mengguyur seluruh penjuru kota, disertai angin kencang dan kilat yang menyambar-nyambar. Peringatan dini dari BMKG pada Rabu (13/5/2026) sore langsung membuat suasana mencekam—dan kini, Wali Kota Padang, Fadly Amran, angkat bicara dengan imbauan yang tak biasa.
Tak tanggung-tanggung, hujan deras ini merata di 11 kecamatan sekaligus. Mulai dari Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Nanggalo, hingga Koto Tangah—semua terguyur tanpa ampun. Warga yang biasa beraktivitas di luar ruangan mendadak terpaksa mengurung diri.
Menyikapi kondisi memprihatinkan ini, Wali Kota Fadly Amran dengan tegas mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan secara mandiri. Bukan sekadar waspada biasa, ia meminta warga untuk siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di kawasan rawan.
“Jajaran kedaruratan kita standby, namun kita juga minta masyarakat ikut meningkatkan kewaspadaan,” ujar Fadly Amran dengan nada serius.
Tak hanya itu, Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, juga mengonfirmasi bahwa Tim Pusdalops terus memantau perkembangan cuaca di seluruh titik. Ia memberikan peringatan khusus bagi para pengendara yang nekat masih di jalan: hati-hati terhadap jalanan licin dan ancaman pohon tumbang akibat hembusan angin kencang.
Pemerintah Kota Padang melalui instansi terkait kini bersiaga penuh. Warga disarankan untuk tetap tenang, tapi jangan lengah. Batasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, dan pastikan saluran air di sekitar rumah berfungsi dengan baik. Yang paling penting, pantau terus informasi cuaca dari kanal resmi.
Jika Anda atau tetangga mengalami keadaan darurat akibat cuaca ekstrem ini, jangan ragu—segera hubungi Call Centre 112. Jangan coba-coba keluar rumah sebelum situasi benar-benar aman!






