MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Ada yang berbeda di Kementerian Pekerjaan Umum belakangan ini. Bukan hanya satu atau dua direktorat jenderal yang sibuk, melainkan semua lini. Menteri PU Dody Hanggodo baru saja mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dengan satu misi utama: menuntaskan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II paling lambat Juni tahun ini.
“Supaya percepatan, supaya selesai pada Juni tahun ini,” tegas Dody di Jakarta, Rabu.
Yang menarik, tidak ada satupun elemen di kementeriannya yang boleh “cuci tangan”. Semua direktorat jenderal—mulai dari Bina Marga, Cipta Karya, hingga Sumber Daya Air—ditarik masuk ke dalam satgas ini. Menurut Dody, ini bukan sekadar proyek prioritas biasa. “Sebenarnya bukan hanya sekedar program prioritas pemerintah, tapi (Sekolah Rakyat) untuk pengentasan kemiskinan,” ujarnya penuh optimisme.
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Dody meyakinkan target penyelesaian pada 20 Juni 2026 akan tercapai. Berbagai strategi gila-gilasan pun diterapkan di lapangan: seluruh bangunan dikerjakan secara paralel, tenaga kerja ditambah, lembur tanpa kompromi, hingga pengerahan alat berat seperti crane, excavator, dan mobile batching plant. Tak ketinggalan, metode konstruksi juga dimodifikasi dengan penggunaan struktur baja, metal deck, hingga teknologi hollow core slab untuk mempercepat waktu pengerjaan.
Sekolah Rakyat Tahap II sendiri dibangun permanen di lahan seluas 5–10 hektare per kawasan. Nantinya, akan berdiri pusat pendidikan terpadu dari SD hingga SMA, dilengkapi laboratorium keterampilan, perpustakaan digital, asrama siswa dan guru, kantin sehat, klinik, hingga lapangan olahraga. Kementerian PU juga terus mematangkan akses konstruksi dan mobilisasi material agar tak ada lagi kendala teknis yang menghambat.
Jadi, apakah target ambisius ini benar-benar akan terealisasi Juni nanti? Publik tinggal menunggu gebrakan nyata dari satgas super lengkap ini.






